Berita Bajawa Hari Ini

Warga Kurubhoko Ngada Gelar Reboisasi di Mata Air Kusi Wolomeze

Puluhan lebih umat KUB Katolik St. Fransiskus, Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat ( MRPM) Kurubhoko Wolomeze melaksanakan reboisasi

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Suasana saat penanaman anakan pohon di Kurubhoko Desa Nginamanu Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada, Sabtu (31/10/2020). 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Puluhan lebih umat Kelompok Umat Basis ( KUB) Katolik St. Fransiskus, Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat ( MRPM) Kurubhoko Kecamatan Wolomeze melaksanakan reboisasi di kawasan mata air.

Puluhan umat yang terdiri atas umat dewasa, para remaja dan anak-anak dari 16 KK, pagi-pagi sudah membawa serta anakan pohon menuruni bukit menuju mata air Kusi di kawasan Wulabhara, Kurubhoko, Desa Nginamanu, kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Jumat (30/10/2020) hingga Sabtu (31/10/2020).

Di lokasi mata air ini, umat menanam sekitar 100 anakan pohon, seperti pohon gayam, Kaliandra dan Waru.

Baca juga: Apresiasi untuk Satlantas Polres Ngada

Beberapa ibu terlihat menuntun anak mereka untuk menanam sambil memberi edukasi tentang merawat lingkungan.

Anak-anak dan para remaja terlihat antusias membawa anakan pohon dan peralatan menanam.

Di kiri kanan alur sungai kecil yang terdapat mata air Kusi, mereka menanam anakan yang sudah disiapkan.

Baca juga: TNI Sambangi Rumah Warga Eks Pejuang 1945

Kegiatan menanam berlangsung sekitar dua jam, selanjutnya membersihkan diri di pancuran mata air yang segar.

Koordinator JPIC dan Keutuhan Ciptaan Paroki MRPM Kurubhoko, Nao Remon, menjelaskan kegiatan ini selain merealisasikan program paroki juga sekaligus memberi edukasi kepada anak-anak akan pentingnya menjaga keutuhan ciptaan.

"Selain itu juga sebagai wujud keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan selama ini, seperti perilaku membakar hutan dan pembalakan liar," jelas Nao Remon.

Nao Remon mengatakan JPIC atau Justice Peace and Integrity of Creation adalah sebuah komisi dalam serikat religius Katolik yang menaruh perhatian terhadap masalah-masalah sosial kemanusiaan dan politik serta masalah lingkungan hidup.

Di paroki, JPIC dan Keutuhan Ciptaan menjadi salah satu seksi dalam struktur di Paroki.

Sementara salah seorang tokoh umat, Vitalis Kutu, sangat respons dengan program JPIC demi menjaga keutuhan ciptaan sang kuasa.

Dengan reboisasi mata air, kata Vitalis, lingkungan sekitarnya akan terpelihara, dan mata air tetap terjaga untuk memberi kehidupan.

Vitalis mengaku bersyukur kawasan mata air itu yang selalu terbakar, tahun ini tidak terkena musibah kebakaran hutan.

"Kita berharap ke depan kawasan ini tetap terjaga. Mari kita sama-sama menanam pohon dan bukan menanam api dan menanam perlaku buruk," kata Vitalis. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved