Gencar Sosialisasi Soal Hidup Bersih dan Sehat, Malaka Masih Nihil Pasien DBD

Pemkab Malaka melalui Dinas Kesehatan setempat gencar mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada warga

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Kadis kesehatan Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik 

POS-KUPANG.COM | BETUN--Pemerintah Kabupaten Malaka ( Pemkab Malaka) melalui Dinas Kesehatan setempat gencar mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada warga sehingga masih bebas demam berdarah dengue ( DBD).

Apalagi dinas bersangkutan menggandeng lembaga sosial masyarakat (LSM) seperti Yayasan Plan Indonesia (YPI) dengan Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) dalam upaya menjadikan Kabupaten Malaka sebagai kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Gerakan bersama ini memberi hasil cukup baik dimana sampai menjelang akhir tahun 2020 ini, belum ada laporan dari kecamatan terkait pasien yang menderita demam berdarah dengue ( DBD).

Baca juga: KABAR GEMBIRA: MYS Sembuh Dari Covid-19, Manggarai Timur Kemballi Zona Hijau

Kepala Dinas Kesehatan Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik yang dikonfirmasi Pos-Kupang melalui telepon pekan lalu mengatakan, untuk pasien DBD sampai sekarang masih nihil.

Menurutnya, belum ada laporan dari puskesmas-puskesmas terkait tingkat penyebaran DBD karena selama ini jajarannya gencar melakukan sosialisasi.

Baca juga: Seperti Inilah Kondisi Terkini Drainase di Kota Maumere

"Untuk DBD sudah tidak ada. Kalau tahun sebelumnya ada tapi saat ini nihil. Kami memang lakukan sosialisasi secara terus menerus," jelas Paskalia.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka bersama Yayasan Plan Indonesia (YPI) dengan Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) berkomitmen menjadikan Kabupaten Malaka sebagai kabupaten STBM.

Asisten I Sekda Malaka, Drs. Zakarias Nahak, menegaskan, berbicara soal kebersihan itu untuk semua warga bukan petugas kesehatan. Jika orang lain  mengajak warga Malaka untuk hidup bersih dan sehat maka perlu ditanggapi positif.

"Kita jangan masa bodoh dengan kesehatan sanitasi. Atas nama Pemkab Malaka saya sampaikan terima kasih buat YPI dan YPTI yang datang mengajak warga untuk biasakan hidup sehat dan bersih," jelas Zakarias.

Kepada para kepala desa (kades), Zakarias menandaskan bahwa pemerintah mengajak semua pihak untuk mewujudkan Malaka menjadi Kabupaten STBM. Tugas kades adalah membuat Perdes soal tata pola hidup sehat sehingga tindakan ini betul-betul terjaga.

Zakarias juga mengajak semua warga Malaka untuk mengamankan sampah-sampah pada tempatnya. Semua warga harus berkomitmen berusaha agar tidak ada sampah di lingkungan masing-masing. Karena sehari menghasilkan 8 ons sampah sehingga perlu dikelola secara baik.

Adapun desa-desa yang sudah mendeklarasikan Desa STBM di  Malaka Jilid I  yakni Desa Wehali di Kecamatan Malaka Tengah  untuk pilar pertama yaitu stop buang air besar, Desa Wekmidar di Kecamatan Weliman, Desa Babotin Selatan di Kecamatan Botinleobele, dan Desa Naisau Kecamatan Sasitamean untuk pilar STBM.

Kemudian ditambah 9 desa deklarasi Jilid II yakni,Desa Takarai Kecamatan Botinleobele, Desa Umutnana Kecamatan Sasitamean, Desa Raisamane Kecamatan Rinhat, Desa Lakekun dan Desa Sisi, Kecamatan Koballima, Desa Railor Tahak, Kecamatan Malaka Tengah, Desa Besikama, Kecamatan Malaka Barat, Desa Weulun Kecamatan Wewiku.

Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI), Vinsen Kia Beda mengatakan,  sebelumnya ada 4 desa sudah mendeklasikan Desa STBM. Saat ini ditambah lagi 9 desa sehingga  total menjadi  13 desa dari total 127 desa yang ada di Malaka.

Dirinya menyampaijan terima kasih atas dukungan penuh dari YPI buat  YPTI. Pasalnya, YPTI merupakan pelaksana lapangan. Terkait program STBM ini, lanjut Vinsen, hal yang perlu menjadi skala perhatian adalah ketersediaan water closed (WC). Baginya keberadaan water closed  itu menunjukkan harga diri. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved