Pentingnya Efektivitas dan Perilaku Kepemimpinan Pendidikan di Masa Pandemi

Evektivitas kepemimpinan pendidikan di masa pandemic covid-19 dinilai penting dalam menunjang kualitas pembelajaran dan proses pendidikan

Editor: Hermina Pello
Tangkap layar webinar Hasil Penelitian Suara Guru di Masa Pandemi Covid-19
Education Team Leader Wahana Visi Indonesia, Mega Indrawati sedang presentasi dalam webinar Hasil Penelitian Suara Guru di Masa Pandemi Covid-19 

POS-KUPANG.COM - Evektivitas kepemimpinan pendidikan di masa pandemic covid-19 dinilai penting dalam menunjang kualitas pembelajaran dan proses pendidikan tetap berjalan maksimal .

Indikasi evektivitas kepemimpinan pendidikan ini terutama pada sikap atau perilaku pemimpin yang komunikatif, proaktif, kreatif serta kemampuan bersinergi dengan berbagai pihak yang dimiliki pada pemimpin di dnia pendidikan.

Suara para guru SLB dan 3 T ini dirangkum dalam risalah kebijakan untuk mendukung Guru SLB dan 3T pada Masa Pandemi COVID-19 yang disampaikan Wahana Visi Indonesia dengan didukung PREDIKT kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Baca juga: 95 Persen Guru 3 T dan SLB Setuju PJJ atau Kombinasi

Baca juga: Guru 3T Butuh Peningkatan Kapasitas di Masa Pandemi

Baca juga: Wakil Wali Kota Kupang Apresiasi Program ITF dari Ruang Guru

Beberapa rekomendasi kebijakan yang penting terkait upaya mendorong evektifitas kepemimpinan pendidikan yang perlu diperhatikan pemerintah pusat antara lain:

- Peningkatan kapasitas bagi kepala sekolah dalam pengelolaan dana BOS di masa COVID-19 setelah kebijakan baru dikeluarkan sehingga kepala sekolah dapat membuat keputusan yang tepat dengan percaya diri sesuai konteks lokal.

- Peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah, pengawas dan Dinas Pendidikan untuk lebih komunikatif (mendengar dan memahami), proaktif, kreatif, mampu bersinergi dengan berbagai pihak, konsisten dalam instruksi, bertanggung jawab di masa kritis, dan responsive dalam penyelesaian masalah serta mengambil keputusan berdasarkan data dan skala prioritas.

- Peningkatan kapasitas kepemimpinan kolektif kolegial Dinas Pendidikan daerah.

Education Team Leader Wahana Visi Indonesia, Mega Indrawati, M.Pd pada pada webinar Hasil Penelitian Suara Guru di Masa Pandemi Covid-19, Kamis (22/10/2020) lalu, mengatakan, risalah kebijakan kepada pemerintah pusat ini disusun berdasarkan hasil survei suara guru yang dilakukan Wahana Visi Indonesia berkerjasama dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan didukung PREDIKT.

Risalah kebijakan yang dapat diakses dari laman Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini selain ditujukan kepada pemerintah pusat juga ditujukan ke pemerintah daerah, bagi satuan pendidikan serta komunitas pendidikan.

Avianto Amri, Ph.D selaku CEO PREDIKT yang mendukung survei yang dilakukan Wahana Visi Indonesia, pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa survei suara guru ini menjadi masukan bagi kemendikbud dalam membuat kebijakan dan program-program peningkatan kualitas pembelajaran jarak jauh yang dilakukan selama masa pandemic.

Survei ini paparnya, melibatkan 27.046 responden yakni guru dan tenaga kependidikan di 34 provinsi Indonesia.

Dimana kata Avianto, presentase responden sebanyak 95 persen di daerah non 3T dan 5 persen di daerah 3T.

Untuk kategori pendidikan umum sebanyak 74 persen dan pendidikan khusus atau inklusi sebanyak 26 persen. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved