Letkol Revilla Oulina Berbagi Pengalaman Tugas di Sudan: Perwira Gambia Kaget
Letkol Revilla Oulina Piliang Berbagi Pengalaman Tugas di Sudan: Perwira Gambia Kaget
Letkol Revilla Oulina Piliang Berbagi Pengalaman Tugas di Sudan: Perwira Gambia Kaget
POS-KUPANG.COM - BERTUGAS di sebuah negara di Benua Afrika perlu tekad kuat untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan budaya setempat.
Begitu pula yang dilakukan Letnan Kolonel (Sus) Revilla Oulina Piliang (46), Chief U9 United Nation African Union Mission (UNAMID) di Sudan ketika bertugas pada 2017-2018.
Menyesuaikan diri mulai dari urusan makan, tempat tinggal, dan kebiasaan lainnya. "Pertama datang di Sudan, saat itu bulan puasa. Panas 50 derajat Celcius. Saking panasnya AC terasa kurang dingin," kenang Villa, panggilan akrab Revilla Oulina, dalam wawancara dengan Tribun Network, di Jakarta, Jumat (23/10/2020).
Baca juga: Banyak Desa di Flores Belum Berlistrik
Pada saat berbuka puasa Villa disuguhi nasi dalam piring besar plus satu ayam. "Ketika saya makan, rasanya hambar, tidak berasa. Mungkin beda selera. Akibatnya saya berhenti makan. Namun di hari-hari kemudian, mau tidak mau saya harus menyesuaikan selera makan," katanya.
Ada pengalaman menarik ketika Villa mengalami sakit ringan. Meski telah berobat ke dokter namun sakit ringan sejenis masuk angin itu tidak kunjung sembuh. Villa kemudian teringat kebiasaan kerokan ketika masuk angin.
Namun ia bingung, siapa yang bisa dimintai tolong untuk ngerokin. "Kemudian saya kontak seorang perempuan asal Gambia berpangkat mayor. Awalnya dia menyarankan saya berobat ke rumah sakit. Padahal dia saya minta datang untuk ngerokin," ujarnya.
Baca juga: Pemuda dan Pilkada 2020
Tentu saja perempuan Gambia itu bingung, bagaimana cara mengerok. Villa kemudian mengajari kerokan.
"Dia tanya, what's that kerokan? Lalu saya ajari dia. Ternyata hasil kerokan itu badan saya memerah, sehingga dia terkejut.
"Oh My God, blood, blood, go to hospital (Astaga, ada darah, ayo kita ke rumah sakit), kata dia begitu. Saya bilang tidak masalah,.Dia terkejut karena warna merah itu, dikiranya darah," tutur Villa.
Sang teman surprise ketika keesokan harinya melihat Villa sudah fit kembali setelah kerokan.
"Esoknya saya bilang kepada dia, kondisi saya sudah baik. Ternyata metode tradisional berhasil ya, kata dia. Jadi dia tahu kerokan itu apa dari saya," kata Villa sambal tertawa.
Selama bertugas di Sudan, Villa tinggal di sebuah rumah menyerupai kontainer, tak jauh dari kantornya dan berada dalam kompleks Markas Besar UNAMID. Tempat tinggal itu kedap debu serta dilengkapi AC, lemari, kasur, sofa, dan televisi.
Untuk semua fasilitas akomodasi itu Villa harus membayar uang sewa 600 dolar AS (setara Rp 8,7 juta) per bulan.Pembayaran untuk akomodasi itu dipotong langsung dari gaji yang diberikan PBB.
Meski berada dalam kompleks Markas Besar UNAMID, bukan berarti tempat tinggal para personel dari berbagai negara itu aman dari tangan jahil. Banyak rekan-rekan Villa kehilangan sejumlah barang berharga di tempat tinggalnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/letkol-revilla-oulina-berbagi-pengalaman-tugas-di-sudan-pakai-rompi-antipeluru-8-kg.jpg)