Selasa, 19 Mei 2026

Salam Pos Kupang

Pertahankan Keaslian Taman Nasional Komodo

HINGGA saat ini, polemik pengembangan kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai belum ada titik temu

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

POS-KUPANG.COM - HINGGA saat ini, polemik pengembangan kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai belum ada titik temu. Masih ada perbedaan pendapat antara masyarakat, pemerintah maupun lembaga sosial lainnya.

Ada yang meminta agar wilayah Taman Nasional Komodo tetap dipertahankan keasliannya. Tidak boleh ada teknologi yang berlebihan dibawa masuk ke wilayah itu. Alasannya, komodo hanya bisa hidup dan berkembang biak di kawasan yang alamiah seperti saat ini. Bila sudah disentuh dengan teknologi, maka akan ada konsekuensi ikutannya.

Baca juga: Update Corona Sumba Timur - Inilah Total Pelaku Perjalanan di Sumba Timur

Di lain pihak, pemerintah ingin agar kawasan Taman Nasional Komodo memberikan pemasukan atau menambah ekonomi masyarakat. Caranya hanya dengan membuka akses ke wilayah itu. Sebelumnya hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, pemerintah membuka akses jalan. Truk, alat berat dan teknologi lainnya dibawa masuk ke wilayah itu.

Ada baik dan juga ada buruknya. Ketika akses terbuka, turis atau wisatawan akan mudah mengakses wilayah itu. Pendapatan masyarakat akan meningkat. Namun pertanyaan lanjutannya adalah, apakah kondisi ini tidak merusak ekosistem komodo? Apakah keaslian kawasan Taman Nasional Komodo akan tetap dijaga, meski teknologi sudah masuk?

Baca juga: 12 Warga Ngegedhawe Ikut Pelatihan Relawan Pencatat Kelahiran Anak

Pada Minggu (25/10), media sosial dihebokan dengan postingan foto yang telah viral itu pertama kali diunggah pemilik akun Instagram, @gregoriusafioma. Seekor Komodo menghadang truk bermuatan material bahan bangunan di Loh Buaya, Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Lokasi tersebut sedang dikerjakan proyek Jurassic Park dengan total anggaran sekitar Rp 69 miliar yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Apakah ini berarti aktivitas pembangunan jalan itu mengganggu habitat komodo? Komodo yang tak terbiasa dengan deru mesin merasa terganggu. Naluri mempertahankan dirinya muncul. Mungkin karena mengira truk itu adalah musuh, komodo berusaha menghadangnya. Mengusirnya agar jangan mengusik ketenangannya mendiami Pulau Rinca?

Apakah dengan kondisi ini lalu pembangunan jalan mesti dihentikan? Harus dikaji. Harus dilakukan survei. Apakah memang sudah mesti dibangun jalan di wilayah itu? Seperti apa habitat komodo di sana. Apakah jalan melewati pusat kehidupan komodo?

Apapun pembangunan di wilayah itu, semua untuk komodo. Untuk itu, komodo harus menjadi prioritas. Sebagus apapun jalan yang dibangun, namun bila komodo terusik kemudian pindah dari wilayah itu, maka turis tak akan ke sana. Artinya, pemerintah sebagai pemilik proyek harus mendudukan persoalan ini dengan baik.

Apakah diteruskan atau dihentikan, perhatikan dan lakukan survey. Komodo terganggu ataukah nyaman dengan proyek tersebut. Pendapat masyarakat adat di wilayah itu juga tidak boleh diabaikan. Bila perlu, lakukan ritual 'minta permisi' sebelum melanjutkan pekerjaan. *

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved