Pilkada Sumba Barat

Bawaslu Sumba Barat Nilai Debat Pertama Kurang Seru

Bawaslu Sumba Barat menilai debat pertama calon Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat berjalan tidak seru

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Yusti Rambu Karadji, S.Th 

POS-KUPANG.COM - BADAN Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) Sumba Barat menilai debat pertama calon Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat periode 2020-2025 yang diselenggarakan KPU Sumba Barat berjalan tidak seru alias biasa-biasa.

Rumusan pertanyaan sangat berkualitas dari tiga panelis ternyata mendapatkan jawaban empat pasangan calon biasa-biasa saja.

Demikian pandangan dari Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Yusti Rambu Karadji, STh didampingi Komisioner Bawaslu Sumba Barat, Oktavianus Malo, SH ketika dimintai tanggapannya terkait jalannya debat tersebut.

Baca juga: Debat Paslon: Paket Kita Sehati dan Fresh Debat Rumah Layak Huni

Menurut Yusti Rambu, padahal segenap komponen masyarakat Sumba Barat berharap melalui forum debat kandidat itu, para calon mengeksplor seluruh kemampuannya dan strateginya tentang bagaimana menggerakan pembangunan dibidang pertanian, perkebunan, perikanan pariwisata dan sosial budaya lebih maju ke depan dibanding kondisi sekarang.

"Harapan itu ternyata jauh dari realitas debat kandidat tersebut. Semua berjalan adem-adem saja. Banyak waktu terbuang begitu saja padahal masyarakat mendambakan penjelasan sedetail mungkin program andalan empat pasangan kandidat guna merebut hati rakyat memenangkannya pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang," katanya.

Baca juga: Kisah Warga Pautola Nagekeo Listrik Padam Hingga Sinyal Hilang

Bagi lembaga Bawaslu Sumba Barat tambah Yusti, persiapan empat paslon itu sangat baik tetapi selalu hati-hati memberikan jawaban atau penjelasan baik yang dibacakan moderator. Begitu juga ketika pertanyaan sesama calon ataupun tanggapan balik sesama calon atas pertanyaan dan jawaban calon.

Hal itu tambahnya, lebih karena empat pasangan calon sangat menjaga rasa. Faktor perasaan itulah membuat forum debat kandidat nampak kaku, tegang dan datar-datar saja.

Menurut Yustin dan Oktavianus, mestinya para calon memanfaatkan momentum debat terbuka tersebut sebagai ajang mengkampanyekan visi misi dan program unggulan para calon lebih detail, ringkas dan lebih menukik ke sasaran sehingga mematiik hati masyarakat jatuh cinta memilihnya.

Karena itu, keduanya berharap debat kedua pada Nopember 2020 lebih sengit lagi. Warga ingin ada adu program dan adu gagasan para calon terjadi diajang forum debat terbuka itu dengan kualitas tinggi.

Dengan demikian, masyarakat dapat menentukan pilihan terbaik dari empat pasangan calon yang sedang bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan Sumba Barat 5 tahun mendatang.

Dr. Ir. Damianus Adar, MEc dan Dr. Frits Fanngidae secara terpisah dimintai komentara mengatakan, secara keseluruhan acara debat kandidat berjalan baik. Semua pertanyaan panelis dijawab dengan baik pula. Hanya saja kurang sengit karena masing-masing menjaga perasaan sehingga tidak bebas mengeluarkan semuanya. (pet)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved