Berita Ende Hari Ini
Tujuh Komoditas di Ende Punya Potensi untuk Diekspor
Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Kostan, mengatakan tujuh komoditas di Ende, NTT
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | ENDE - Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Kostan, mengatakan tujuh komoditas di Ende, Nusa Tenggara Timur ( NTT) punya potensi untuk diekspor.
Tujuh komoditas tersebut antara lain, kopi, kelapa bulat, porang, kakao, mede biji, kelapa bungkil.
Hal itu disampaikan Kostan kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di Ende, Rabu (21/10/2020). Kegiatan tersebut juga menghadirkan pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, Pelindo dan Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Ende.
Baca juga: Bawaslu Sumba Barat Ingatkan Calon Serius Perhatikan Protokol Kesehatan Selama Masa Kampanye
Kostan menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), salah satu sektor yang menyumbang untuk ekspor adalah dari pertanian.
Dia mengatakan, komoditas pertanian di Indonesia sangat beragam dari sektor holtikultura, perkebunan, dan hasil hewan.
Baca juga: Kemaluannya Dipegang, Nenek 70 Tahun Nekat Hajar Kuli Panggul Hingga Pingsan, Ini Kronologinya
Menurutnya, Kementerian Pertanian memiliki beberapa program strategis untuk menggenjot produk ekspor dari komoditas pertanian, salah satu programnya yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).
Lanjutnya, Kementan telah merilis sepuluh komoditas pertanian ekspor di antaranya kopi, kelapa, lada, kakao/mete, sarang burung walet, porang, manggis, kubis/wortel, dan mangga.
"Badan Karantina melalui Karantina Pertanian Ende sangat mendukung program tersebut, Karantina Pertanian Ende terus menggalang kegiatan dengan menyosialisasikan terkait
ekspor," ungkap Kostan.
Kostan mengatakan, di antara sepuluh komoditas yang diekspor terdapat tujuh komoditas yang ada di Pulau Flores dan Lembata, yaitu kopi, kelapa, porang, kakao, mede biji, kopra, dan kelapa.
Berdasarakan data lqfast (Indonesia Quarantine Full Automation System), sebanyak 46,6 ton, kopi, 775,07 ton kopra, 476 ton kelapa bulat, 10 ton kelapa bungkil, 610 ton kakao, 125 ton mede, dan 59 ton porang yang dilalulintaskan dari Ende menuju Pulau Jawa dan Sulawesi.
Data ini diperoleh pada periode Januari-September tahun 2020. Berdasarkan potensi tersebut, kata Kostan, Karantina Pertanian Ende mendukung progam GratiEks tersebut.
"Kita langsung turun ke lokasi di desa-desa yang memiliki komoditas pertanian unggulan lokal yang memiliki nilai potensi ekspor di Pulau Flores," ungkapnya.
Tidak hanya itu, pihak karantina pertanian Ende juga membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan pengusaha dan instansi setempat.
Kostan menambahkan ada 11 desa di 4 kabupaten yaítu kabupaten Ende, di desa Ria Raja komoditas kakao, desa Eko Ae komoditas jambu mete.
Untuk kabupaten Nagekeo ada 3 desa yaitu desa Mbae nua Muri komoditas kelapa, desa Kota Wuji Barat komoditas kakao, dan desa Jawapogo komoditas cengkeh.