Kapolda NTT Berharap Warga Besipae Bersama Jaga Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif

menahan diri dan tentu saja mendorong apabila memang ada masyarakat yang merasa bahwa mereka memiliki hak, tempulah melalui jalur dan proses hukum.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Kapolda NTT kunjung warga Besipae, Jumat (16/10). 

Kapolda NTT Berharap Warga Besipae Bersama Jaga Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum mengharapkan warga Besipae di Desa Linam Mutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS untuk bersama dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Jumat (16/10), Kapolda NTT menyampaikan, "Saya kesini untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan dan sejauh ini situasi aman kondusif," jelas Irjen Pol. Lotharia

Kapolda NTT berharap persoalan yang terjadi di Besipae ini dapat dijaga dengan baik. Semua pihak saling menahan diri dan tentu saja mendorong apabila memang ada masyarakat yang merasa bahwa mereka memiliki hak, tempulah melalui jalur dan proses hukum. Tidak perlu sampai kemudian terjadi bentrokan fisik dan sebagainya di lapangan.

Dikatakan Irjen Pol. Lotharia, dirinya juga berharap bagi teman-teman media bisa memberitakan secara berimbang bagaimana situasi kondisi di lapangan.

"Tentu saja harapan Kita ini ada solusi yang terbaik dan saya hadir disini semata-mata karena melihat dari sisi kemanusiaan," ujarnya.

Ia juga berharap semua unsur disini, baik pemerintah daerah, kemudian unsur keamanan dan masyarakat sebanyak 37 kepala keluarga ini juga mematuhi apa juga yang sudah disepakati bersama sesuai dengan rekomendasi dari Komnas HAM.

"Rekomendasi itu arahan kepada Pemprov dan kepada Polda serta kepada masyarakat itu sendiri," jelasnya

Kapolda juga menjelaskan ada tiga poin kepada masyarakat yang saat ini masih ada masalah dengan Status yaitu mereka sudah disiapkan rumah tinggal sementara, yang disiapkan oleh pemerintah Provinsi NTT.

"Tadi sudah saya cek dan saya lihat langsung kondisinya, saat ini itu merupakan tempat tinggal untuk ditempati sementara, ada listrik Juga sudah terpasang disana," terangnya.

kemudian yang kedua adalah melakukan komunikasi penyelesaian secara kemasyarakatan adat ada di sini, juga ada desa-desa yang lain yang tergabung di dalam lingkungan Besipae ini. Serta yang ketiga, kalau memang ada yang memperjuangkan hak-haknya tentang status dari kepemilikan sertifikat dan sebagainya, tempuhlah melalui jalur hukum.

Baca juga: Kejari Kota Kupang Lakukan Eksekusi Terpidana Marten Jacob Dilak Atas Perkara Pembunuhan,Info

Baca juga: Remaja ini Nafsu Lihat Rok Tantenya Tersingkap, Remas Buah Dada & Alat Vital hingga Nyaris Perkosa

Baca juga: Stefania Penderita Stunting Yang Selalu Konsumsi Kelor Setiap Hari

Baca juga: KELAS 4 SD JAWABAN Tema 3 Halaman 115 -119, Peduli Terhadap Makhluk Hidup, Ayo Cintai Lingkungan

"Melalui saluran yang memang telah ditetapkan dengan tidak perlu melakukan konfrontasi kemudian timbul korban bahwa terjadi konflik horizontal di wilayah NTT yang kita jaga bersama ini," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved