Berita Ende Hari Ini
Aset Pemprov NTT di Ende Mubazir, Begini Kondisinya!
Dermaga ikan milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) di Ende Mubazir. Kondisinya pun memerihatinkan
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
"Memang sejak awal dibangun tidak pernah dimanfaatkan sebagai tempat pendaran kapal ikan milik nelayan. Otomatis Tempat Pendaratan Ikan (TPI) juga tidak berfungsi," ungkapnya.
Dia tegaskan lagi, ada kesalahan konstruksi dimana dermaga dibangun untuk tambatan kapal ikan nelayan diatas 10 GT, sementara kapal ikan milik nelayan lokal cuma 3 GT.
"Kalau air laut pasang maka kapal milik nelayan lokal dengan GT kecil bisa masuk dibawah kolong dermaga, dan ini sangat berbahaya. Kondisi ini juga diperparah dimana pada bibir dermaga banyak karang yang bisa membahayakan kapal ikan milik nelayan," ungkapnya.
Praktis TPI, kata Risw2, hanya dipakai oleh para nelayan untuk memperbaiki jaringan tangkap jika mengalami kerusakan.
Lebih jauh dikatakannya, saat ini untuk membantu para nelayan membongkar hasil tangkapannya, DKP Ende tengah mengusulkan pembangunan dermaga rakyat.
"Untuk membantu dan menunjang aktifitas nelayan membongkar hasil tangkapannya, kita akan usul untuk dibangun dermaga rakyat. Langkah ini agar seluruh aktifitas nelayan bisa kembali normal dan mempermudah nelayan lokal menjual hasil tangkapannya. Rencananya kita akan bangun dermaga rakyat disebelah dermaga ikan." tutup Riswanto.
Terpisah, Ketua LSM Ate Sare, yang juga mantan Ketua Serikat Nelayan Kabupaten Ende, M. Farid Numba, mengharapkan agar aset milik negara yang dibangun dengan uang rakyat bisa kembali difungsikan.
Menurutnya saat ini memang kondisi dermaga sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak lagi digunakan.
"Sangat disayangkan dana miliaran rupiah yang diinvestasikan mubasir egitu saja. Sejak awal dibangun tidak pernah digunakan, kita harapkan agar Pemprov NTT kembali menata aset yang ada," ungkapnya.
Menurutnya, kalau bisa ada tim teknis yang turun untuk melihat dari dekat kondisi dermaga dan dicarikan solusinya. Sangat disayangkan bangunan yang semestinya bisa membantu para nelayan dibiarkan mubasir termakan usia.
"Perlu ada sikap tegas dari Pemprov NTT melalui dinas teknisnya " tegas Farid Numba. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)