Berita Lewoleba Hari Ini
Bupati Sunur: 80 Persen Anggaran Pinjaman Daerah Untuk Infrastuktur Jalan di Lembata
Pemerintah Kabupaten Lembata saat ini sedang mengajukan proposal pinjaman daerah senilai Rp 400 miliar kepada pemerintah pusat
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pemerintah Kabupaten Lembata saat ini sedang mengajukan proposal pinjaman daerah senilai Rp 400 miliar kepada pemerintah pusat dalam skema Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN) pandemi Covid-19.
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur berujar jika dikabulkan maka 80 persen dana pinjaman daerah senilai Rp 400 miliar itu akan digunakan untuk belanja infrastruktur jalan di Kabupaten Lembata
"Saya minta doa kita lagi ajukan proposal pinjaman uang Rp 400 miliar," ujar Bupati Sunur di hadapan warga saat kunjungan kerja ke desa Ile Kerbau, Kecamatan Atadei, Kamis (15/10/2020).
Baca juga: Paket SN-KT Perkenalkan Program SAKTI dan Kartu Malaka Pintar di Kateri
Menurutnya, dana pinjaman daerah itu akan menuntaskan semua persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Lembata termasuk ruas jalan kabupaten menuju desa Ile Kerbau.
Kalau dikabulkan maka proyek pengerjaan jalan sudah bisa dimulai paling lambat pada tahun 2021.
"Saya sudah lihat infrastruktur ini. Mudah-mudahan pulang dari sini ada oleh-oleh untuk kantong produksi di sini," imbuhnya.
Baca juga: Tim Assesor Nasional Badan Peradilan Agama Kunjungi Pengadilan Agama Bajawa
Bupati Sunur juga meminta semua kepala desa membuat sinkron APBDes dengan program Pemkab Lembata yang berprioritas pada penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi masyarakat dan infrastruktur sosial.
Pada kesempatan itu, dia juga turut mendistribusikan bantuan sosial beras kepada masyarakat yang diberikan untuk membantu pemulihan ekonomi selama pandemi corona.
"Saya minta manfaatkan beras dengan baik. Dengan beras, uang ini bisa simpan supaya jangan beli beras dulu tiga bulan ke depan. Covid ini buat arus logistik bisa tertahan," imbuhnya.
Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan dan tugas pemerintah pada pengendalian ekonomi masyarakat.
"Ini untung di Surabaya tidak tutup untuk kirim barang barang ke Lembata. Kita lawan Corona ini sama-sama. Kita mulai buka pintu arus dari luar untuk masuk. Kita kendalikan supaya Lembata tetap jadi hijau," pesannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)