Breaking News:

Berita Kabupaten Lembata Terkini

Pemdes Beutaran Bantah Lelang Proyek Pipanisasi Tidak Transparan

menerengkan bahwa pada saat itu, dirinya juga meminta lampiran berita acara, namun sayangnya tak tersedia karena alasan belum dicetak.

Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/ROBERT ROPO
ilustrasi kran air 

Berdasarkan proses verifikasi, CV Alexa memiliki syarat kelengkapan dokumen seperti dukungan tenaga teknis atau tenaga ahli, laporan pajak terakhir tahun 2019, dan dukungan suplier berdasarkan berita acara pengumuman yang diterbitkan pada tanggal 31 Agustus 2020.

"Jadi kami sudah melaksanakan semua proses lelang berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengadaan Barang atau Jasa di Desa," tandas Theodorus.

Apalagi menurutnya, penawaran CV Wunopito tidak wajar dari sisi analisa teknis dan jauh di bawah pagu anggaran yang ditetapkan Pemdes Beutaran. Berdasarkan dokumen penawaran yang diterima, CV Wunopito memberikan penawaran sebesar Rp. 218.273.750 dari pagu yang ditetapkan Pemdes Beutaran sebesar Rp 410 juta.

"Kami juga tidak mau proyek sumur bor ini gagal dengan penawaran yang secara analisa teknis tidak wajar. Apalagi itu belum dipotong pajak, sehingga kalau dia (CV Wunopito) yang kerja maka hanya dengan anggaran sebesar Rp 193.172.268,75. Ini sangat riskan dan kami tidak mau ambil risiko," imbuhnya.

Terkait proses verifikasi, Theodorus menjelaskan hal itu merupakan domainnya panitia lelang. Pihaknya sangat obyektif dan transaparan melakukan verifikasi sesuai regulasi dan tertuang dalam berita acara.

"Waktu itu (31/8) saat pengumuman lelang listrik padam sehingga kami sama-sama sepakati bahwa besoknya Selasa (1/9) kedua pihak diundang untuk menandatangani berita acara hasil lelang."

Kemudian bagi pihak yang tidak puas dengan pengumuman hasil lelang bisa melakukan sanggahan selama 14 hari sejak pengumuman sesuai aturan. Namun hingga saat ini pihak CV Wunopito tidak pernah melakukan sanggahan secara tertulis.

"Padahal itu kami sampaikan sejak pengumuman. Sehingga tanggal 21 September kami (TPK) menerbitkan surat perintah kerja (SPK) untuk CV Alexa sebagai pemenang," tandasnya.

Sebelumnya, pihak CV Wunopito yang diwakili Kornelis Making menilai proses lelang proyek ini mengabaikan transparansi.

“Contohnya dalam proses pendaftaran, di dalam surat Tim Pengelolah Kegiatan (TPK), mestinya harus menjelaskan secara teknis terkait dengan syarat dan proses pelelangan, namun ini tidak terjadi," ungkap Kornelis dari CV Wunopito, Senin (05/10) siang.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved