Boncukode dan Mgr. Siprianus Hormat
Boncukode dan MGR.Siprianus Hormat, simak penjelasannya baik-baik ya teman-teman
Satu pelukisan elok trio jurnalis Mingguan Hidup Evan Lahur, Yustinus Marwanto dan Karina Chrisyantia. Kita teringat nas Kitab Suci: adakah sesuatu datang dari Nazareth? Dan secara paralel kita poles: adakah sesuatu datang dari Boncukode?
Apa yang menarik dari lereng bukit, satu kampung tak berpenghuni tetapi ada teriakan komunitas kera? Yang pasti ini: dari satu kesunyian KUpanggil anakku. Nama kecilnya dulu: Pi. Itulah pesona Boncukode!
Boncukode dan Mgr. Siprianus memang tidak dua, tetapi nyata hanya satu. Satu dalam realitas paling sentral asali manusia: rahim. ‘Namun dari ‘rahim’ kampung itu telah melahirkan seorang uskup, Mgr. Siprianus dan sejumlah imam antara lain Pastor Simon Nama, Pastor Kletus Hekong SVD, Pastor Yustin Mat SVD Romo Ardi Santa....”
Kampung kecil tetapi gemanya tidak kecil, mendunia. Teriakan dan loncatan komunitas kera adalah orkestra merdu ke langit. Yang Ilahi berkenan melakukan perbuatan besar dalam diri seorang anak kampung Boncukode. Mgr. Siprianus Hormat: Selamat merayakan 25 tahun imamat!*