Opini Pos Kupang
Logika Minimalis
2010, saat ditawarkan mengajar critila thinking di Universitas Multmedia Nusantara ( UMN) milik Kompas, saya agak terkejut
Oleh: Robert Bala, Pemerhati Sosial, tinggal di Jakarta
POS-KUPANG.COM - 2010, saat ditawarkan mengajar critila thinking di Universitas Multmedia Nusantara ( UMN) milik Kompas, saya agak terkejut. Mengapa Critical Thinking? Dengan segera google menghadirkan penjelasan.
Hal itu kemudian ditambahkan oleh beberapa pewawancara (di antaranya Pembantu Rektor 1). Critical Thinking diajarkan sebagai bentuk sederhana dari logika.
Dengan berbekal pengeatahuan filsafat, proses penyesuaian menjadi lebih mudah. Mahasiswa Fakultas Komunikasi, Disain Komunikasi Visual (DKV) juga beberapa faskultas lain menjadi rekan belajar. Hal itu menambahkan pengalaman sebelumnya bersama para sekretaris di sebuah akademi.
Prihatin
Tuntutan Critical Thinking semakin menjadi kebutuhan. Di abad 21 bahkan dianggap sebagai salah satu dari 4 kecakapan (selain collaboration, creative thinking, dan communication) yang sangat dibutuhkan. Tanpa memberi ruang pada pemikiran kritis maka orang akan mudah melangkahi premis untuk dapat menari sebuah kesimpulan logis.
• Bupati Sunur: Saya Sekolah di PDI Perjuangan dan Dapat Ijazah di Golkar
Kebutuhan itu semakin bertambah. Mudahnya akses pada informasi memungkinkan siapa saja bisamencari dan membagi informasi. Pemikiran sesat dan sesaat membuat seseorang gampang menarik kesimpulan prematur atas premis yang dibangun secara serampangan.
Hal sederhana dalam hal covid-19. Diberitakan bahwa jumlah kesembuhan mencapai 73%. Itu berarti sebuah angka yang fantastis. Yang jadi pertanyaan untuk kemudian dapatmenghadirkan premis lanjutan yang bisa menjadi pijakan kesimpulan adalah: bagaimana proses kesembuhan mereka?
Kesembuhan yang didapatkan tentu bukan dari vaksin karena memang belum ditemukan. Kesembuhan jelasnya diperoleh karena virus memiliki masa inkubasi 2 -14 hari (normalnya 5 hari). Itu berarti selama proses itu imunitas tubuh telah terbukti tidakmenahan wabah hal mana melahirkan gejala seperti demam,batuk. Ada yang bahkan kelihatan biasa-biasa saja. Dengan berjalannya waktu, si sakit akan sembuh dengan sendirinya. Asupan gizi, istirahat yang cukup, jauh dari stress, antara lain menjadi factor yang mempercepat kesembuhan seseorang.
• Linus Lusi Ajak Masyarakat Ngada Apresiasi Kegiatan Pemerintah
Bila imunitas menjadi penentu maka apakah orang dilarang untuk keluar dari rumah mengadakan aktivitas? Apakah orang dilarang untuk berolahraga atas nama PSBB? Apakah Orang tidak boleh melakukan aktivitas apapun hanya agar virus tidak menyebar? Jawabannya, aktivitas itu mestinya tetap dilaksanakan tetapi dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Inilah logika sederhana yang mestinya mencerahkan orang. Imunitas menjadi kata kunci kesembuhan dan tidak terjangkitnya seseorang dari covid. Dalam arti ini mestinya orang lebih bersyukur bahwa berkat imunitas maka jutaan orang tidak terjangkit. Kekebalan mereka bersifat sunyi tetapi telah menjamin lebih banyak orang yang terselamatkan.
Logika lain bisa dilihat dalam kondisi politik.Politisi atau siapapun yang dianggap punya pengaruh mestinya menggunakan mendia pengungkapan pikiran yang runtut dan bukan membataskan diri pada logika minimalis dalam berpendapat yang diugkapkan lewat status media sosial.
Di sana logika yang minimalis kerap dengan jangkauan terbatas dan hanya bersosialisasi dengan lingkup terbatas pula. Pencerahan yang diharapkan terjadi tidak dilaksanakan hanya karena menjaga agar keyakinan akan kebenaran minimalis itu tidak bisa ditentang oleh orang lain, hal maan memperihatinkan tentunya.
Pencerahan
Sejak memasuki lingkup terbatas Kompas dalam menulis opini maupun kemudian menjadi bagian dari pengajar Critical Thinking, tersadarkan tentang pentingnya pencerahan.
Sebuah pencerahan kerap menyisir pinggiran sebuah fenomena. Banyak orang yang menganggap kisah kecil itu sepeleh yang coba diangkat ke permukaan. Bagi seorang penulis, kesadaran akan hal kecil merupakan batu loncatan untuk refleksi lebih jauh.
Tentu refleksi atas peristiwa tidak menjebak seorang penulis agar sekadar menjadi komentartor atas peristiwa. Bila itu terjadi, sudah pasti tidak akan bisa `lolos' seleksi Kompas. Lebih lagi tulisan hanya ikut dalam sebuah gossip rendahan yang dilansirkan.
Sebaliknya sebuah refleksi memang bertolak dari sebuah peristiwa sederhana, yang mungkin dianggap sepeleh tetapi kemudian dijadikan titik berangkat dari sebuah refleksi. Inilah yang lebih jauh disebut sebagia tanda zaman.
Sebuah tanda, simbol, petunjuk yang menghentakan batin, menyadarkan pikiran untuk bertolak lebih dalam.
Pemikiran tentang `signo temporum', `tanda zaman' tidak saja penting dalam membaca tanda-tanda dan gejala sosial tetapi bahakn menjadi pijakan utama dalam teologi. Pemikiran yang sangat spiritual pun bisa dibedah dari fenomena kecil yang diangkat, direfleksikan hingga menjadi pemikiran bernas.
Dalam kehidupan sosial politik tentu tidak lepas dari bidikan tanda zaman. Fenomena politik sangat beragam. Banyak sekali gejala yang membentuk apa yang disebut kompleksitas. Sebuah struktur yang terlihat sangat sulit dibedah karena terlihat tak beraturan dari atas.
Ia analog dengan ribuan burung yang beterbangan bersamaan mencakar langit tetapi tak satupuan bertabrakan. Dari bawah terlihat sebuah kompleksitas atau kerumitan tetapi ternyata semuanya bisa dilihat keterkaitan dan keterhubungannya.
Itulah tugas politisi yang ingin membangun karier. Ia tidak melihat kerumitan sesaat lalu menanggapi secara gegabah (apalagi infantil), tetapi secara cermat dan bijaksana melihat makna yang bisa dikais di balik kerumitan itu.
Tetapi sanggupkan kita melihat dengan cermat kerumitan itu? Bisakah kita mengurai kerumitan itu dan menentukan tindakan yang tepat sebagai tawaran solusi? Memang di tengah pandemi seperti ini, tanggapan emosional dianggap lumrah. Orang mudah terprovokasi.
Namun, masih ada pilihan yang lebih cerdas agar disebut berkepribadian professional dan berkualitas. Hal itu ditandai oleh keberanian mengambil jalan bijak dan cermat. Kebijakan dan kecermatan punyang diminta minimals dengan logika minimalis pula.
Sebuah logika yang tentu saja dikemas dalam permenungan dengan memberi ruang pada sunyi untuk pembatinan. Orang Spanyol benar ketika mengatakan: El silencio es la cuna de la palabra (diam adalah rahim lahirnya kata-kata). *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketimpangan-pendapatan-patologi-inheren-perekonomian.jpg)