Keluarga Korban Bencana Tarakan Ingin Lihat Jenasah Ari dan Anaknya
Pihak keluarga korban bencana tanah longsor di Kota Tarakan, Kalimantan Utara sangat terpukul dengan berita kematian Kristianus Ariyanto
Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Pihak keluarga korban bencana tanah longsor di Kota Tarakan, Kalimantan Utara sangat terpukul dengan berita kematian Kristianus Ariyanto alias Ari bersama dua orang anaknya yang berusia 10 bulan.
Kematian Ari dan dua anaknya sungguh mengejutkan keluarga besar di Desa Namang Kewa, Kecamatan Kewapante, Sikka.
Ibarat petir di siang hari keluarga kini berharap jenasah Ari dan dua anaknya bisa dimakamkan di tanah kelahirannya di Nian Sikka.
• Patroli Gabungan, Camat Kanisius: Wajib Taat Protokol Kesehatan
Sampai sekarang pun keluarga belum membangun tenda duka karena masih menuggu kepastian pemberangkatan jenasah dari Pulau Kalimantan ke Tanah Flores.
"Kami belum bangun tenda dan siapkan lubang. Kami kuatir sudah siap tenda dan lubang pemakaman ternyata jenasah tidak jadi ke Sikka. Kami masih terus berjuang agar Ari dan dua anaknya dibawa ke Sikka. Segala cara kami sedang lakukan demi anak dan cucu kami," kata Hendrikus Eden, ayah dari korban tanah longsor di Tarakan kepada wartawan di kediamannya, Selasa (29/9/2020) siang.
• Bawaslu Kabupaten Sumba Barat Tertibkan APS Paslon
Siang itu, wartawan di Sikka menemui Hendrikus guna menanyakan harapannya kepada Pemkab Sikka.
Ia hanya minta satu saja yakni anak dan cucunya di makamkan di Sikka.
Suasana duka di rumah Hendrikus tampak tersa. Wajah Hendrikus tampak kusam dan sedang memikirkan sesuatu.
Beberapa kali ia hanya terdiam. Saat ditanya pun ia hanya terdiam dan mengganggukan kepala.
Ia hanya mengutarakan niatnya agar bisa melihat jenasah Ari, anak keduanya bersama dua cucu sebelum dimasukkan ke liang lahat.
Keluarga korban di depan wartawan sempat menghubungi perwakilan keluarga Sikka di Tarakan yang meminta kepastian pemulangan jenasah.
Keluarga Sikka di Tarakan mengaku siap membantu proses pemulangan jenasah ke Sikka tapi masih menunggu biaya pemberangkatan ke Sikka menggunakan pesawat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)