Bambang Trihatmodjo Minta PTUN Batalkan Keputusan Menkeu Sri Mulyani Soal Pencekalan ke Luar Negeri

Kementerian Keuangan memberikan respons terhadap gugatan Bambang Trihatmodjo ke Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI) dalam hal ini Sri Mulyani.

Editor: Frans Krowin
Grid.ID
Putra Presiden Soeharto, Bambang Trihatmodjo bersama istrinya, Mayangsari. 

Bambang Trihatmodjo Minta PTUN Batalkan Keputusan Menkeu Sri Mulyani Soal Pencekalan ke Luar Negeri

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Putra mantan Presiden Soeharto Bambang Trihatmodjo meminta PTUN Jakarta Pusat untuk membatalkan atau menyatakan tidak sahnya keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang pencekalan dirinya ke luar negeri.

Permintaan itu tertuang dalam petitum Bambang Trihatmodjo kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sebelumnya diberitakan, pengusaha nasional yang juga putra mantan Presiden Soeharto, Bambang Trihatmodjo, menggugat Menteri Keuangan Sri Mulyani lantaran terkait pencekalannya ke luar negeri.

Tak terima dirinya dicekal, Bambang pun melayangkan gugatan Bambang ke PTUN. Gugatan itu terkait Keputusan Menkeu Nomor 108/KM.6/2020 tanggal 27 Mei 2020 tentang Penetapan Perpanjangan Pencegahan Bepergian ke Luar Wilayah RI terhadap Sdr. Bambang Trihatmodjo dalam Rangka Pengurusan Piutang Negara.

tribunnews
Bambang Trihatmodjo gugat Kemenkeu RI (Tribunnews.com/TribunJakarta.com)

Sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani bertindak sebagai Ketua Tim Panitia Piutang Negara. Utang Bambang kepada negara sebenarnya merupakan piutang yang dialihkan dari Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) ke Kementerian Keuangan.

Utang Bambang Trihatmodjo tersebut bermula dari penyelenggaraan SEA Games XIX Tahun 1997.

Bambang Trihatmodjo saat itu merupakan ketua konsorsium swasta yang ditunjuk pemerintah menjadi penyelenggara gelaran olahraga antar-negara ASEAN di Jakarta.

Dalam kasus ini, Mantan Petinggi KPK, Busyro Muqoddas menjadi salah satu tim pengacara Bambang Trihatmodjo.

Atas keterlibatan Busyro Muqoddas tersebut, Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zainur Rohman pun melontarkan kritikan.

Zainur Rohman menilai langkah mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Busyro Muqoddas telah mencoreng citra sendiri.

Putra mantan Presiden Soeharto ini tengah menggugat Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait dengan pencekalannya ke luar negeri.

tribunnews
Busyro Muqoddas, mantan pimpinan KPK, kini gabung tim pengacara Bambang Trihatmodjo masus cekal. (KOMPAS.com/Abba Gabrillin)

Selain Busyro, terdapat pula Hardjuno Wiwoho, dan Prisma Wardhana Sasmita.

"Itu merugikan karena Busyro Muqoddas tak lepas dari nama KPK, jadi risiko image itu juga berpengaruh terhadap nama Busyro Muqoddas," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (25/9/2020).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved