Breaking News:

Fredus Bingung Bantuan Subsidi Upah, Guru Honor NTT Belum Terima

Pemerintah telah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 600 ribu per bulan kepada guru honorer dan pegawai honorer

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Fredus Kolo, S. Ag Kepala Sekolah SMA Sint Carolus Penfui, Jumat (18/09/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah telah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 600 ribu per bulan kepada guru honorer dan pegawai honorer. Sampai dengan 14 September, sebanyak 398.637 orang telah menerima subsidi gaji.

Beberapa guru honor di wilayah NTT sudah menerima, namun sebagian besar belum.
Kepala SMA Katolik Sint Carolus Penfui, Fredus Kolo mengungkapkan, baru dua guru honor di sekolah tersebut yang menerima bantuan. Sementara tujuh guru lainnya belum terima.

"Untuk semua prosedur terkait persyaratan guru honor yang akan menerima bantuan BLT kami sudah masukan ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Tetapi kami masih bingung karena ada beberapa guru yang sudah menerima dan yang lain belum. Kami berpikir untuk alokasinya menurut nomor urut, abjad atau bagaimana?" kata Fredus saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2020).

Prihatin Situasi Pandemi, Panin Bank Salurkan Bantuan

Ia menjelaskan, dari pesan M-bangking yang masuk itu untuk subsidi gaji beets 3. "Apakah itu bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan atau subsidi untuk guru yang selama ini menteri sampaikan itu?"

Fredus menyebut ada 9 guru honor sudah mendaftarkan namanya di BPJS Ketenagakerjaan untuk program bantuan subsidi gaji. Hanya 2 yang telah mendapat bantuan. Sedangkan guru lainnya tidak mendaftar karena belum memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan.

"Saya menyarankan untuk masing-masing guru secara pribadi untuk mendaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Tetapi belum ada respon, karena itu bergantung pada proses pembayaran iuran setiap bulan. Sehingga di yayasan ini kolektif. Setiap guru yang terdaftar, yayasan mengurus dan mengeluarkan SK agar guru bisa terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Bupati Tahun Sebut Realisasi Anggaran Belanja Publik Sudah 30-an Persen

Fredus juga mengatakan, guru honor di sekolahnya masih bingung karena yang didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan itu guru yang oleh yayasan sudah memenuhi syarat untuk menjadi guru tetap. Apabila masih menjadi guru honor murni belum bisa dikeluarkan kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mengimbau guru honor secara pribadi untuk mengurus dalam rangka menjemput program pemerintah untuk mendapat bantuan.

Fredus meminta pemerintah jika bertujuan membantu guru honor tidak dengan persyaratan-persyaratan yang membebani. "Misalnya dengan bantuan pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan itu, tidak semua guru di lembaga-lembaga pendidikan sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Kondisi yang sama dialami guru honor di Kabupaten Malaka. Meski sudah memasukkan berkas namun hingga saat ini belum menerima bantuan subsidi gaji.
Kepala SMPK Pelita Jaya Webriamata, Marselus Klau mengatakan, kebijakan subsidi gaji guru honor sangat menggembirakan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved