Kapolres TTU Tak Beri Izin Keramaian Pelaksanaan Pameran HUT Kota Kefa

Kapolres TTU menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengeluarkan izin keramaian dalam pelaksanaan Pameran pembangunan

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas saat memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah pihak di Aula Mapolres TTU, Jumat (11/9/2020). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kapolres Timor Tengah Utara ( Kapolres TTU) AKBP. Nelson Filipe Diaz Quintas menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengeluarkan izin keramaian dalam pelaksanaan Pameran pembangunan dalam rangka merayakan HUT Kota Kefamenanu yang ke 98.

Pasalnya, dengan menguarkan izin keramaian pelaksanaan pameran pembangunan, dikhawatirkan akan memunculkan claster baru dalam penyebaran covid-19.

Penegasan itu disampaikan oleh Kapolres TTU, AKBP. Nelson Filipe Diaz Quintas usai menggelar rapat koordinasi dengan berbagai unsur di Aula Mapolres TTU, Jumat (11/9/2020).

TNI Tanamkan Sikap Disiplin dan Solidaritas Pada Siswa di Perbatasan

Nelson mengatakan, jika dalam kajian yang dilakukan oleh Bupati dan panitia pameran pembangunan tetap dilakukan, maka pihaknya tidak akan mengeluarkan izin keramaian.

"Kalau nanti Pak Bupati tetap mengkondisikan itu ya tetap kami sudah sampaikan di dalam forum kami tidak keluarkan izin. Kami tetap memberitahukan kalau bisa dibatalkan dulu kegiatan ini sehingga pada saat kami melakukan patroli disitu tidak ada yang lebih dari 100 orang. Karena di peraturan bupati itu jelas tidak mengundang banyak orang," tegasnya.

Corona Sumba Timur - Tali Untuk Turunkan Jenazah Tidak Ada, Dandim 1601 Sumba Timur Geram

Nelson mengatakan, pihaknya meminta kepada Bupati supaya membatalkan dulu kegiatan itu, namun disisi lain Bupati juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menumbuhkan ekonomi sehingga ekonomi masyarakat tidak terpuruk.

"Tetapi tetap waspada terhadap covid-19 ini. Jaga jarak, tetap pakai masker. Saya harap seperti yang Bupati katakan perketat protokol kesehatan harus dilakukan, apabila nanti kita temukan tidak memakai masker ya kita suru pulang," ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi mengaku, pihaknya telah bersurat ke Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes tentang permohonan pembatalan pameran HUT Kota Kefamenanu dengan memperhatikan Peraturan Bupati (Perbup) TTU Nomor 59 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 di TTU.

Menurut Roni, dalam Pasal 20 sub pasal 3 Ayat 4 Perbup Nomor 59 Tahun 2020, melarang masyarakat berkerumunan atau bergerombolan dan menerapkan penjagaan jarak (Physical Distancing) di pasar rakyat atau pasar tradisional.

Padahal, kegiatan pameran tersebut tentu mengumpulkan banyak orang dan mengakibatkan kerumunan orang yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

"Kita menginginkan setiap kegiatan harus berjalan sesuai aturan. Apa yang telah menjadi rujukan wajib dijalankan bukan melanggarnya sehingga tujuan bersama untuk perang melawan Covid-19 dapat tercapai sesuai harapan," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved