Corona Sumba Timur - Tali Untuk Turunkan Jenazah Tidak Ada, Dandim 1601 Sumba Timur Geram

Corona Sumba Timur - Tali Untuk Turunkan Jenazah Tidak Ada, Dandim 1601 Sumba Timur Geram

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko, S.E, M.I.Pol 

POS- KUPANG.COM | WAINGAPU - Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko,S. E,. M. I.Pol mengaku geram karena prosesi pemakaman jenazah pasien ke-13 positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur masih minim peralatan. Tidak ada tali untuk menurunkan keranda atau peti jenazah ke liang lahat.

Dwi Joko,menyampaikan hal ini , Sabtu (12/9/2020). Dwi mengatakan, dirinya sangat menyayangkan proses pemakaman jenazah pasien ke-13 positif Covid-19 pada Jumat (11/9/2020).

Menurut Dwi, prosesi pemakaman sangat terbatas, sulitnya lahan turut mempengaruhi prosesi pemakaman.

4.511 Warga Belu Terima Bantuan JPS dari Pemerintah

Dwi mengaku dengan kondisi tersebut membuatnya agak geram karena sepertinya tidak terkoordinasi secara baik proses penanganan jenazah pasien Covid-19.

"Terbatasnya peralatan mengakibatkan pemakaman hanya di lakukan oleh 8 orang, yang terdiri dari personil Kodim 1602 Sumba Timur berjumlah 4 orang, dari pengemudi Ambulance RSUD 2 orang, dari BPBD Sumba Timur 1 orang dan Dinsos 1 orang," kata Dwi.

Ada Protes Tanah Lusikawak Dijadikan Taman, Lurah Lewoleba Cari Lokasi Lain

Dikatakan, kesulitan lain yang dialami, yakni tidak adanya tali untuk menurunkan peti jenazah, sehingga menyulitkan para petugas ketika menguburkan jenazah.

"Kita harapkan hal ini tidak terulang kembali. Perlu ada pembagian tugas jelas, seperti siapa berbuat apa ,siapa yang bertanggungjawab.
Mari kita evaluasi bersama sehingga jangan sampai terjadi lagi hal tersebut," ujarnya.

Dandim Dwi Joko juga mengharapkan agar pemerintah dan masyarakat memperhatikan benar-benar, jika ada kegiatan perlu mengendepankan protokol kesehatan.

"Kami minta batasi kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang banyak ,baik itu kegiatan yang bersifat kunjungan kerja (kunker) atau pun kegiatan-kegiatan menjelang Pilkada serentak saat ini," ujarnya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Sumba Timur telah ada dua pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Dua pasien positif Covid-19 yang di meninggal dunia di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur merupakan pelaku perjalanan.

Pasien pertama meninggal pada Selasa (8/9/2020) dan pasien kedua meninggal dunia pada Jumat (11/9/2020).

Pasien yang meninggal pada Selasa (8/9/2020) adalah pasien ke-18. Sedangkan pasien yang meninggal dunia, Jumat (11/9/2020) merupakan pasien ke-13 positif Covid-19.

Pasien ke-18 yang meninggal itu merupakan pelaku perjalanan dari Madiun ke Waingapu. Sementara pasien ke-13 adalah pelaku perjalanan dari Surabaya ke Waingapu.

Pasien ke-18 positif Covid-19 itu meninggal di rumah keluarga di Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, sedangkan pasien ke-13 meninggal dunia di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved