Breaking News:

Demi Pariwisata Estate, BPSDM NTT Kumpulkan Pelaku Pariwisata di Otan, Semau

Demi Pariwisata Estate, BPSDM NTT Kumpulkan Pelaku Pariwisata di Desa Otan, Semau

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kegiatan pelaku pariwisata di Desa Otan Semau 

Masyarakat, menurut Polo Maing, harus difasilitasi menjadi pelaku utama dalam pengelolaan sumber daya pariwisata dimaksud. "Ada potensi keindahan alam yang unik, sosial budaya masyarakat yang spesifik dan beragam perlu didorong untuk bertumbuh menjadi destinasi - destinasi pariwisata yang eksotik sehingga kelak menjadi sumber pendapatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Polo Maing.

Sebelumnya, dalam laporannya, Kepala BPSDM NTT, Dr. Keron Ama Petrus menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong percepatan tumbuh membangnya pariwisata estate di desa yang menjadi destinasi wisata yang menjadi sasaran program pemerintah Provinsi NTT.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali dengan pengetahuan-kemampuan manajerial dan sosial untuk mengembangkan model pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat.

"Poin kita adalah memampukan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan pariwisata di desa desa destinasi wisata. Tetapi rencana pelatihan selanjutnya, akan diarahkan pada peningkatan keterampilan teknis masyarakat untuk mengembangkan berbagai jenis usaha sesuai potensi desa," kata Keron.

Narasumber kegiatan, kata Keron, terdiri dari Pusat Pelatihan Kepariwisataan Yogyakarta, para pejabat struktural BPSDM, Widyaswara dan pelaku usaha serta kelompok usaha pariwisata dan BUMDes Pariwisata di Desa Detusoko Barat dan Desa Waturaka Kabupaten Ende.

"Selain narasumber yang didatangkan untuk berbagi, para peserta juga akan menjadi narasumber karena pelatihan ini salah satunya menggunakan metode berbagi pengalaman. Selain itu, para peserta juga langsung diinapkan di homestay yang dikelola masyarakat," tambahnya.

Menurutnya, inisiasi pengembangan sumber daya manusia dan kelembagaan pariwisata berbasis masyarakat ini merupakan yang pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karenanya, akan dilaksanakan secara rutin disertai dengan pendampingan pasca pelatihan.

Nando Watu, Kepala Desa Detusoko Barat Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende mendukung upaya pemerintah melalui BPSDM NTT untuk penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan untuk mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat di NTT.

Ia mengatakan, penguatan kapasitas masyarakat menjadi hal yang penting dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di NTT.

"Selama ini banyak teori, kalau konsep live in seperti ini sangat bagus dan harus dilakukan rutin. Dengan konsep penguatan seperti ini, masyarakat atau pelaku pariwisata langsung berinteraksi dan saling berbagi informasi dan pengalaman membangun pariwisata berbasis masyarakat," ujar Nando yang menjadi narasumber dalam kegiatan.

Nando membawa BUMDes Detusoko Barat meraih penghargaan BUMDes Terbaik se-Indonesia pada tahun 2020. BUMDes Detusoko Barat mengembangkan potensi produk lokal dan pariwisata berbasis masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved