Opini Pos Kupang
Tatanan Baru Sensus Penduduk Indonesia
Adanya pandemi Covid-19 di tahun ini berpengaruh sangat besar terhadap tata kehidupan umat manusia
Oleh: Marthin Fernandes Sinaga, SST, Fungsional Statistisi Ahli Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba Timur
POS-KUPANG.COM - Adanya pandemi Covid-19 di tahun ini berpengaruh sangat besar terhadap tata kehidupan umat manusia. Beberapa hal yang dulunya biasa dilakukan menjadi terbatas, begitu pula sebaliknya.
Berbagai keterbatasan tersebut membuat orang-orang harus berpikir dan melakukan berbagai hal lain untuk tetap melangsungkan kehidupannya. Hal tersebut kerap disebut sebagai new normal atau tatanan baru.
Pemerintah telah menggaungkan istilah ini sejak beberapa bulan belakangan. Vaksin untuk virus corona memang masih dalam pengembangan dan belum dapat digunakan secara luas. Sementara itu, jika terus hanya berdiam diri dan tidak berupaya untuk beradaptasi juga tidak akan membuat kehidupan menjadi lebih baik. Pilihan untuk tetap produktif dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan adalah inti dari penerapan new normal.
Tahun 2020, Tahunnya Sensus Penduduk
Di tahun 2020 ini, Indonesia sebenarnya sedang melaksanakan sebuah ajang besar setiap sepuluh tahun sekali, yaitu Sensus Penduduk. Tahun ini merupakan tahun ketujuh pelaksanaan Sensus Penduduk sejak Indonesia merdeka.
Sensus Penduduk 2020 (SP2020) juga merupakan sebuah sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Untuk pertama kalinya, Sensus Penduduk dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi memanfaatkan data administrasi kependudukan yang berasal Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri sebagai basis data penduduk.
• Positif Covid-19 Terus Bertambah, Jefri Minta Kebijakan Kembali Terapkan Work From Home
Hal ini merupakan bagian dari tujuan utama SP2020 yaitu Satu Data Kependudukan Indonesia dan juga penerapan rekomendasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Population and Housing Census.
Selain itu, pelaksanaan SP2020 juga menjadi kali pertama Sensus Penduduk dapat dilakukan secara online. Hal ini merupakan salah satu bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi internet.
Masyarakat menggunakan data adminduk berupa Nomor KK dan Nomor Induk Kependudukan untuk dapat mencatatkan diri mereka secara mandiri melalui website Sensus Penduduk.
Pelaksanaan Sensus Penduduk secara online tersebut sudah berhasil dilaksanakan pada tanggal 15 Februari hingga 29 Mei 2020. Sejatinya, jadwal SP2020 Online hanya sampai akhir bulan Maret. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 membuat jadwal pelaksanaannya diperpanjang untuk dapat memberi waktu yang lebih panjang kepada masyarakat untuk dapat mengikuti SP2020 Online.
Hal tersebut juga merupakan bagian adaptasi terhadap kondisi yang terjadi. Hasilnya, sebanyak 1,003 juta penduduk Nusa Tenggara Timur telah mengikuti SP2020 Online.
SP 2020 Belum Usai Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 masih belum usai. Masih terdapat sekitar 4,5 juta penduduk NTT yang belum disensus.
Keterbatasan infrastruktur untuk mengakses internet menjadi fakta yang tidak dapat dihindari. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya data bagi pembangunan juga menyebabkan masih banyak penduduk yang belum terdata dalam SP2020 Online. Oleh karena itu, strategi konvensional dengan melakukan pendataan ke warga-warga juga masih akan tetap dilaksanakan.
Pendataan penduduk, yang merupakan kelanjutan dari pelaksanaan SP2020, dilaksanakan pada bulan September 2020. Pada penerapannya, petugas sensus akan turun ke wilayah-wilayah penduduk untuk melakukan pendataan secara menyeluruh.
Hal tersebut tak lepas dari prinsip utama sensus yaitu mendata semua penduduk tanpa terkecuali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketimpangan-pendapatan-patologi-inheren-perekonomian.jpg)