CATAT! Raja Ini Punya Istri Terbanyak Di Dunia, Jumlah Anak Lebih Dari 1.000 Orang, Simak Di Sini
Dominique Busnot, diplomat Perancis saat berkunjung ke Maroko pada masa Raja Ismail mengetahui bahwa raja ini memiliki 500 istri dan 1.171 orang anak.
CATAT! Raja Ini Punya Istri Terbanyak Di Dunia, Jumlah Anak Lebih Dari 1.000 Orang, Simak Di Sini
POS-KUPANG.COM - Anda mungkin terkejut setelah mendengar kabar yang satu ini. Jika kabar bahwa seorang raja memiliki banyak istri, itu biasa.
Tapi jika seorang raja memiliki istri sebanyak 500 orang, mungkin ini hal yang menggemparkan.
Tapi itulah fakta yang terjadi di Maroko, sebuah negara kecil di Afrika Utara.
Pada tahun 1645 - 1727, negara kecil tersebut dipimpin oleh seorang raja bernama Moulay Ismail.
Selama hidupnya, Raja Moulay Ismail ini memiliki 500 orang istri. Istri sebanyak ini tercatat dalam rekor Guiness World Record.
Selain sebagai raja dengan istri terbanyak di dunia, Raja Moulay Ismail dikenal juga sebagai raja dengan masa pemerintahan paling lama dalam sejarah Maroko.
Sebagaimana dilansir Eva.vn, Raja Ismail naik tahta setelah saudara tirinya yang menduduki tahta Moulay Al-Rashid, tiba-tiba mengalami kecelakaan kuda dan meninggal.
Jadi Ismail menggantikannya sebagai raja di Maroko, namun selama kepemimpinannya banyak hal yang mengejutkan.
Misalnya, raja Moulay Ismail dikenal sebagai sosok yang brutal dan haus darah, karena Ismail naik tahta ketika negara itu dilemahkan oleh perang internal antar suku.
Jadi ia membuat kebijakan dan peraturan ketat untuk menghidupkan kembali negara itu.
Raja Ismail menangkap 400-1.000 pemimpin oposisi dan politisi untuk memadamkan semua kekuatan reksioner, dan menghiasi tembok kota Fez dengan 10.000 tengkorak musuh yang dibunuhnya.
• HORE! Subsidi Gaji Karyawan Swasta Tahap II Akan Cair Dalam Waktu Dekat, Siap-Siap Cek Rekening Bank
• Plan Indonesia Tingkatkan Kualitas Sanitasi Sekolah di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat
Selama 55 tahun dia memerintah telah membunuh setidaknya 30.000 orang di medan perang.
Para pelayannya sampai mengangkat raja tersebut sebagai sosok yang menakutkan, penyiksa, dan membunuh siapapun yang merasa tidak puas dengannya.
Raja Ismail memimpin banyak perang termasuk invasi Kekaisaran Ottoman, tahun 1679,1678, dan 1695-1696, untuk meningkatkan status Maroko.