Info Cuaca di NTT

Kekeringan Meteorologis Melanda Wilayah Sumba - BMKG Beri Peringatan Dini, HATI-HATI

Adanya kekeringan meteorologis di Pulau Sumba, khususnya Kabupaten Sumba Timur, maka BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang memberikan pe

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kondisi kekeringan di salah satu padang di Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Nampak beberapa ternak Kambing sedang memakan rumput kering. Area lampiran 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/WAINGAPU - Adanya kekeringan meteorologis di Pulau Sumba, khususnya Kabupaten Sumba Timur, maka BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang memberikan peringatan dini. Peringatan dini ini bertujuan agar masyarakat bisa mewaspadai kondisi kekeringan yang terjadi.

Hal ini disampaikan Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Waingapu, Elias L. Limahelu, Rabu (2/9/2020).
Menurut Elias, berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, bahwa adanya peringatan dini terhadap kekeringan meteorologis yang terjadi di Pulau Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Timur.
"Jadi untuk wilayah Sumba Timur, Hari Tanpa Hujan (HTH) di atas 21 hari. Karena itu, kondisi ini perlu menjadi perhatian kita semua," kata Elias.

Dia merincikan beberapa wilayah di Sumba Timur yang mengalami kekeringan meteorologis adalah di Kecamatan Pahunga Lodu yang berstatus waspada.

Sedangkan kekeringan meteorologis di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Kanatang, Haharu, Kambera, Pinupahar, Pandawai dengan status awas.

Dijelaskan, kekeringan meteorologis adalah kekeringan sebagai akibat kondisi curah hujan sudah berkurang dibandingkan rata-ratanya baik untuk periode bulanan maupun tahunan. "Kondisi ini karena berkurangnya hujan, RH Kelembaban udara rendah, sinar matahari terik/panas, cerah awan sedikit, evaporasi dan transpirasi meningkat," katanya.

Untuk diketahui,Kekeringan Meteorologis dihitung dan ditentukan menggunakan Consecutive Dry Days (CDD)/ Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH).

Kriteria HTH dalam tiga bulan berturut - turut, yakni untuk b
(1 - 5) hari , sangat pendek (very short),
(6 - 10) hari , kategori pendek (short),
(11 - 20) hari , menengah/sedang (moderate),
(21 - 30) hari, yakni panjang (long),
(31 - 60) hari, sangat panjang (very long) dan

( > 60) hari adalah ekstrem Panjang (extremely long).
Secara umum untuk kawasan Indonesia dikatakan rawan Kekeringan Meteorologis yang berpotensi merangsang Kebakaran Hutan dan Lahan pada nilai HTH lebih dari 21 hari ( HTH > 21 ).

Pantauan POS-KUPANG.COM di daerah Watumbaka, Kecamatan Pandawai, rumput yang ada padang-padang yang ada sudah kering, beberapa ternak peliharaan seperti kambing dan sapi nampak kesulitan mendapatkan rumput dan air minum. Ternak kambing terpaksa mengkonsumsi daun pohon Bidara.

Kondisi yang sama di Kelurahan Temu dan Desa Kuta, Kecamatan Kanatang.
Ternak milik warga nampak sulit mendapatkan pakan terutama rumput. Sedangkan di Desa Pambotanjara, Kecamatan Kota Waingapu, sejumlah lokasi terlihat kering, bahkan ada juga padang yang terbakar.

Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Berbagi Kasih dengan Warga Desa Alas Selatan

Kondisi kekeringan di salah satu padang di Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Nampak beberapa ternak Kambing sedang memakan rumput kering.
Area lampiran
Kondisi kekeringan di salah satu padang di Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Nampak beberapa ternak Kambing sedang memakan rumput kering. Area lampiran (POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved