Rabu, 29 April 2026

Tinju Adat di Kampung Kawa Nagekeo: Eksan Bertarung Demi Melestarikan Budaya

Suasana Kampung Adat Kawa Desa Labolewa Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo tidak seperti biasanya

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Suasana tinju adat di Kampung Adat Tutubhada Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo, Selasa (7/7/2020). 

POS-KUPANG.COM - MINGGU (23/8/2020) sore. Suasana Kampung Adat Kawa Desa Labolewa Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo tidak seperti biasanya. Perkampungan tradisional itu sudah ramai mulai pukul 15.00 Wita.

Orangtua, anak muda, laki dan perempuan berkumpul. Sesekali mereka berteriak. Sorak-sorakan pun menggema, diselingi tepuk tangan riuh.

Pada Minggu sore itu berlangsung tinju adat. Warga setempat menyebutnya Etu. Etu yang dilaksanakan adalah Etu Co'o, tinju adat kategori anak-anak.

Aurel Hermansyah: Bukan Rekayasa

Pesertanya anak laki-laki. Sedangkan perempuan dilarang masuk arena, menyaksikan dari jauh saat Etu berlangsung.

Ada dua anak laki-laki bertarung. Keduanya didampingi Sipe atau pemegang kain petarung, masing-masing satu orang. Seperti pertarungan tinju sebenarnya, Etu dipimpin seorang Seka atau wasit. Adapun peran Seka yaitu mengatur laga, termasuk memberi aba-aba dan membuat keputusan.

Ketua PN Kupang Dju Johnson Mira Mangngi, SH, MH: Ama Dju Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Kedua petinju berduel. Seorang terlihat beringas saat bertarung. Sementara di luar aren, sekitar ratusan penontong terus bersorak memberikan semangat kepada dua petinju.

"Hantam, hantam, aduh... Tambah, tambah tiga ronde sudah...Ayo semangat," ujar warga sambil bersorak. Debu beterbangan di arena tak menyurut semangat anak-anak melakukan atraksi.

Warga Kampung Adat Kawa Eksan Tage (12) mengaku sejak kecil mereka sudah melihat langsung Etu. Tradisi Etu terus diwariskan kepada setiap generasi.

"Saya SD Nebe Desa Labolewa. Saya sudah sering ikut Etu. Kami sudah biasa dan ini sangat baik karena kami bisa bertarung dengan profesional. Kami bangga karena anak-anak dilibatkan," ujar Eksan.

Menurutnya, Etu sudah sering digelar di Kampung Adat Kawa sehingga masyarakat tidak merasa asing.

"Kami anak-anak diajak dan kami ikut, karena tidak boleh membuang kesempatan emas yang ada. Ini perlu diwariskan," ucapnya.

Warga lainnya, Edo Due (12) mengaku senang dan bangga bisa ikut Etu kategori anak-anak. "Saya sering ikut Etu. Orangtua bilang ikut mewariskan tradisi di kampung," ujarnya.

Edo berharap tradisi itu tetap diwariskan sehingga ke depan generasi muda tetap melaksanakan ritual Etu.

Tokoh masyarakat Kampung Adat Kawa Urbanus Papu menjelaskan, Etu merupakan tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun nenek moyang. Oleh karena itu, Etu harus dilestarikan.

Menurut Urbanus, Etu ada dua kategori, Etu Co'o dengan peserta anak-anak dilaksanakan Minggu (23/8) dan Etu untuk orang dewasa digelar Senin (24/8).
Ia berharap pelaksanaan Etu berjalan aman dan lancar.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved