Breaking News:

Kapolres Sumba Timur Minta Masyarakat Jangan Percaya Informasi yang Sumbernya Tidak Jelas

Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, S.IK meminta masyarakat agar jangan percaya terhadap Informasi yang sumbernya tidak jelas

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono,SIK 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Kapolres Sumba Timur, AKBP Handrio Wicaksono, S.IK meminta masyarakat agar jangan percaya terhadap Informasi yang sumbernya tidak jelas. Informasi dengan sumber tidak jelas adalah berita bohong atau hoaks.

Handrio menyampaikan hal ini kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (25/8/2020). Handrio dikonfirmasi mengenai adanya isu yang beredar di media sosial/ facebook bahwa akan terjadi gempa bumi dan tsunami di Sumba Timur pada Jumat 28 Agustus 2020.

"Kita minta masyarakat agar jangan percaya terhadap informasi yang sumbernya tidak jelas," kata Handrio.

Kadis Kesehatan Provinsi NTT Sebut Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Tinggi

Dijelaskan, beredarnya postingan di Facebook dengan akun bernama Ma'fin Shyaputra yang menulis tentang akan terjadinya gempa dan tsunami adalah hoaks.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sumba Timur, Arief Tyastama mengatakan, beredarnya informasi di media sosial (Facebook) tentang akan terjadi gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Sumba Timur adalah informasi hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

BMKG tidak pernah memberikan informasi tentang prediksi gempa bumi dan tsunami di Sumba Timur.

Anggalinus Gapul : Petani Milenial Harus Menjamur di Kabupaten Mabar

Menurut Arief, pihaknya telah menyampaikan informasi kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak menanggapi isu yang tidak bertanggung jawab.

"Jadi beredarnya informasi yang meresahkan masyarakat di media sosial (Facebook) terkait isu prediksi gempa bumi dan tsunami yang akan terjadi pada hari Jumat, 28 Agustus 2020 di Sumba, maka Stasiun Geofisika Sumba Timur (BMKG) menegaskan bahwa kami tidak pernah memberikan pernyataan tentang prediksi gempa bumi dan tsunami tersebut," kata Arief.

Dijelaskan, Gempa bumi dapat terjadi setiap saat, namun hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan gempabumi akan terjadi, bahkan sampai menentukan waktu kejadian gempa bumi.

"Untuk itu dihimbau agar masyarakat Sumba tidak menanggapi isu-isu yang tidak bertanggung jawab terkait dengan prediksi gempa bumi dan tsunami, serta memperhatikan informasi resmi dari BMKG, serta arahan dari BPBD dan TNI/POLRI," katanya.

Untuk diketahui, isu adanya gempa bumi dan tsunami di Sumba Timur itu ditulis oleh akun Facebook bernama Ma'fin Shyaputra.

Arief juga berharap pihak berwajib bisa menindaklanjuti informasi yang tidak benar itu, sehingga tidak meresahkan masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved