Dandim TTS Tokoh Dibalik Kesepakatan Pemprov NTT dan Keluarga Nabuasa Terkait Besipae

Dandim 1621 TTS, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo disebut sebagai tokoh inisiator pertemuan Pemprov NTT dan Keluarga Nabuasa

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Dandim 1621 TTS, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo 

POS-KUPANG.COM | SOE - Tokoh inisiator pertemuan Pemprov NTT dan Keluarga Nabuasa guna menyelesaikan konflik lahan Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan Dandim 1621 TTS, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo.

Koerniawan melakukan pendekatan persuasif dengan keluarga Nabuasa, baik Usif Besi, Frans Nabuasa, Nope Nabuasa maupun Usif Pa'e, PR Nabuasa guna mau duduk bersama Pemprov NTT untuk mengakhiri masalah konflik lahan di Besipae.

Hal ini diakui Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Properti NTT, Sony Libing saat melakukan pertemuan bersama para Usif di Lopo, Besipae, Sabtu (22/8/2020).

Pelayanan Publik Sebagai Kunci Keberhasilan Menata Kota

Dandim Koerniawan disebut melakukan pendekatan persuasif dengan keluarga Nabuasa guna bertemu Pemprov NTT.

Begitu mendapat tanggapan positif dari keluarga Nabuasa, Jumat (21/8/2020) sore langsung dilakukan pertemuan bersama keluarga Nabuasa dan Pemprov NTT di kantor Kecamatan Amanuban Selatan.

Gustaf Nabuasa : Saya Akan Ganti, Yang Penting Kita Akhiri

" Penyelesaian konflik lahan di Besipae tak lepas dari inisiatif pak Dandim Koerniawan yang langsung turun tangan melakukan pendekatan dengan keluarga Nabuasa sehingga melahirkan surat pernyataan kesepakatan penyelesaian sengketa lahan Besipae antara Keluarga Nabuasa dan Pemprov NTT," ungkap Sony.

Hal tersebut juga diamani Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu. Dirinya mengakui peran Dandim Koerniawan sangat krusial dalam pertemuan penyelesaian masalah konflik lahan Besipae.

Dandim Koerniawan melakukan pendekatan dengan keluarga Nabuasa guna duduk semeja dengan Pemprov NTT untuk menyelesaikan masalah Besipae.

"Pak Dandim Koerniawan merupakan inisiator dari pertemuan Jumat sore kemarin. Beliu yang melakukan pendekatan dengan keluarga Nabuasa sehingga ada surat kesepakatan bersama untuk mengakhiri masalah konflik lahan di Besipae," terangnya.

Dandim Koerniawan menegaskan dirinya terdorong melakukan pendekatan dengan keluarga Nabuasa setelah melihat potensi konflik di Besipae tidak hanya melibatkan masyarakat dengan pemerintah saja, tetapi juga bisa terjadi konflik di antara masyarakat Besipae dan masyarakat sekitarnya.

Oleh sebab itu, dirinya berinisiatif mendorong percepatan penyelesaian masalah besipae guna menghindari konflik antara masyarakat dengan masyarakat dan masyarakat dengan pemerintah.

" Kita lihat gesekan yang terjadi bukan hanya masyarakat Besipae dan pemerintah saja, tetapi sudah meluas hingga masyarakat dengan masyarakat. Oleh sebab itu, saya berinisiatif melakukan pertemuan Pemprov dan Keluarga Nabuasa guna mengakhiri konflik yang sudah 12 tahun terjadi," jelasnya.

Untuk diketahui, Konflik masalah lahan Besipae, TTS akhirnya berakhir, Jumat (21/8/2020) sore melalui pertemuan bersama antara Pemprov NTT dan Usif (Raja) Besi dan Usif Pa'e ( dua Usif di Wilayah Besipae) bertempat di kantor Camat Amanuban Selatan.

Usif Besi, Frans Nabuasa dan Usif Pa'e yang diwakili Gustaf Nabuasa (anak kandung Usif Pa'e, PR Nabuasa) dan Nope Nabuasa bersepakat area seluas 3.780 hektar di Besipae tetap menjadi milik Pemprov NTT. Kedua pihak ( Pemprov NTT dan Usif Besi dan Usif Pa'e) bersepakat mengakhiri seluruh persoalan terkait Besipae.

Kedua usif meminta kepada Pemprov NTT agar dalam pelaksanaan program di wilayah Besipae harus melibatkan masyarakat setempat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved