Kamis, 7 Mei 2026

Warga Desa Belabaja Masih Susah Air Bersih

Warga Desa Belabaja Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata sedang mengalami kondisi darurat air bersih sejak pertengahan awal Agustus 2020

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Desa Belabaja Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata sedang mengalami kondisi darurat air bersih sejak pertengahan awal Agustus 2020 menyusul kelangkaan pasokan air untuk kebutuhan harian warga. 

Untuk warga Dusun A, pengambilan air diatur secara bergilir setiap hari. Sebagian wilayah mendapat jatah pagi hari sedangkan sisanya pada sore hari. Sedangkan untuk Dusun B, pasokan air dari mata Air Wairefak sudah pada kondisi kritis. Air harus ditampung di bak induk dan baru bisa disalurkan setiap dua hari sekali. Itu pun dengan waktu dan jumlah yang terbatas.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Belabaja Protus Pukan menjelaskan, pihaknya akan melakukan rapat dengan pemerintah desa untuk mencari jalan keluar terkait krisis air yang dialami warga.

Salah satu alternatif jalan keluar yang mungkin akan dilakukan adalah pengalihan dukungan anggaran desa untuk mengatasi kondisi darurat air yang dialami masyarakat.

"Kita akan komunikasi dengan pemerintah desa untuk cari jalan keluar. Dan mungkin kita akan minta untuk pengalihan beberapa kegiatan yang mungkin belum terlalu urgen untuk bantu soal air ini. Karena ini kebutuhan dasar. Kami juga sudah dapat pengaduan dari warga. Tadi sudah ada perwakilan warga yang datang mengadu. Dan kami BPD siap bantu diskusikan hal ini dengan pemerintah," ungkap Protus.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Belabaja Yosep Enga menjelaskan, pihaknya sudah mengetahui kondisi krisis air yang dialami masyarakat terutama masyarakat di dua dusun yang paling merasakan dampaknya.

Pihaknya akan berkomunikasi dengan BPD untuk merencanakan jalan keluar termasuk menggelar Musyarawah Desa Khusus (Musdeskus) untuk mengatasi kesulitan tersebut.

Ketua BPD Belabaja, Protus Burin menambahkan, salah satu agenda diskusi dengan pemerintah desa adalah terkait pengalihan atau penundaan beberapa kegiatan fisik yang tidak terkait kebutuhan dasar agar bisa menanggapi kebutuhan air bagi masyarakat.

Salah satunya adalah terkait rencana pengadaan lampu jalan oleh pemerintah desa.

Untuk Dusun B saja, terdapat 217 jiwa yang ada dalam 59 kepala keluarga yang terdampak krisis air akibat kekeringan sumber mata air Wairefak. Kelompok ini sedang menanti hasil komunikasi BPD dan pemerintah desa Belabaja untuk mendapatkan jalan keluar bagi pemenuhan kebutuhan dasar mereka yakni air minum. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved