Breaking News:

Walikota Kupang: Ada Dua Masalah Besar Yang Ada Di Kota Kupang

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore menyampaikan, ada dua masalah besar yang ada di Kota Kupang

POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore seusai kegiatan acara Baomong Asyk Pos Kupang mendapat bingkisan dari Hasyim Ashari Selaku Pemimpin Redakasi Harian Pagi Pos Kupang, Jumat (21/08/2020) 

POS-KUPANG.COM| KUPANG-- Menurut Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore yang hadir sebagai narasumber dalam acara Baomong Asyk Pos Kupang menyampaikan, ada dua masalah besar yang ada di Kota Kupang, pertama, bagaimana menata infrastruktur dan kedua, bagaimana membantu saudara-saudara kita yang tidak beruntung, Jumat (21/08/2020).

"Ini dua komponen besar yang menjadi catatan kami."

Dikatakan Walikota Kupang, yang masuk dalam penataan infrastruktur itu, pendidikan, kesehatan dan segala hal yang berkaitan dengan infrastruktur.

Di Ruteng LM Bacok Alfridus Pala Dengan Parang

"Pada tahun pertama kami melihat kota kupang ini sebagai kota yang harus ditata secara baik. Pertama, kami menata infrastruktur jalan, lampu jalan, rainase, taman kota dan lain-lain," kata Jefri

Menurut Jefri, komponen-komponen ini yang akan menyebabkan orang-orang menyatakan itu kota. Namun apabila kampung, artinya tidak ada lampu jalan atau gelap, tidak ada taman dan lain-lain.

Jefri menjelaskan, Apabila kita berbicara tentang penataan kota, maka kita berbicara tentang mengalikasikan sejumlah uang untuk menata kota ini.

Sengketa Lahan Besipae, TTS Berakhir, Para Usif Sepakat Mendukung Pemprov NTT

"Memang orang berkata sumber dana utama adalah PAD kita. Tetapi bukan hanya PAD, melainkan kita harus mempunyai kemampuan untuk menata kota kupang ini dengan menggunakan dana-dana dari pihak lain"

Pada tahun pertama, kata Jefri, kami menata penerangan jalan di kota kupang ini, walaupun belum maksimum secara keseluruhan, karena keterbatasan dana menjadi kendala utama. Tetapi karena dukungan teman-teman Dewan, mampukan kami untuk mengadakan lampu yang bagus untuk menata lampu jalan dan taman-taman di kota kupang.

Komponen yang kedua adalah, membantu saudara-saudara kita yang tidak beruntung dengan membuat program bedah rumah bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Saya tergugah untuk bagaimana mengatur saudara-saudara saya. Dan saya diberikan tanggungjawab untuk membantu mereka tanpa memandang siapa pun". Ungkapnya

Dalam mengatasi persoalan ini, kami mengalami kendala anggaran. Kami juga tidak mempunyai anggaran untuk membantu mereka, tetapi pada saat rumah mereka dibedah, mereka harus dipindahkan, dan mau dipindahkan kemana saja harus dipindahkan. Sehingga kami pindahkan masyarakat yang rumahnya dibedah ke rumah jabatan dan yang lainnya ke hotel.

"Di rumah jabatan, kami menjadi saudara. Sehingga saat tertentu saya mengajak mereka ngobrol dan mengerjakan hal lain seperti membantu menyiram tanaman sayur yang ada di rumah jabatan, serta makan pun bersama-sama".

"Anggaran yang terbatas inilah yang menyebabkan kami harus menampung mereka. Tetapi juga hal lain adalah bagaimana kita menempatkan diri kita sebagai mereka," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Ray Rebon)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved