Jefri Akui Belum Maksimal, Tiga Tahun FIRMANMU Memimpin Kota Kupang

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore menegaskan bahwa Kota Kupang adalah rumah besar persaudaraan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore bersama Pemimpin Redaksi POS-KUPANG Hasyim Ashari saat acara Baomong Asyik Ayo Terus Berubah yang diselenggarakan POS-KUPANG pada Jumat (21/8/2020). 

Kurangi Kriminalitas

Mantan Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay mengaku bahwa tiga tahun kepemimpinan Paket FIRMANMU, Kota Kupang banyak kemajuan.

"Dari banyak kemajuan ini, di antaranya ada tiga hal yang paling menonjol, seperti penataan taman-taman, pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat," ujar Esthon.

Mengenai penataan Kota Kupang, Esthon melihat ada cukup kemajuan, salah satunya Taman Tirosa. Taman Tirosa ditata cukup baik dan menjadi tempat transaksi ekonomi untuk masyarakat.

"Dampak dari transaksi ekonomi masyarakat di taman Tirosa, mengurangi angka kejahatan di kota kupang. Sehingga masing-masing orang berusaha untuk meningkatkan pendapatannya. Jadi, salah satu parameter itu, kriminalitas menurun di Kota Kupang," ujar Esthon.

Investasi bidang pendidikan juga sangat baik, di antaranya dengan menempatkan para guru pada porsinya. Anak-anak diberikan motivasi dan pihak kelurahan turut mendukung untuk kapasitas, kapabilitas dan kualitas SDM.

"Walaupun masih ada kekurangan dalam program mereka, tetapi sudah mendapat nilai tambah," kata Esthon.

Estafet dari sistem pelayanan kesehatan yang pernah digagas oleh wali kota terdahulu. Namun setelah dilanjutkan mendapat nilai manfaat. Karena sejauh ini, para medis ditempatkan di puskesmas induk sampai puskesmas pembantu dan ini sumbangsi tersendiri dalam angka kematian ibu dan bayi, serta memberikan prospek pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Lanjut Esthon

"Dari tiga komponen ini, dari pelayanan pendidikan, kesehatan dan ketenagaan baik dari pihak pemerintah, swasta dan perorangan mempunyai korelasi yang signifikan kapasitas, kapabilitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM), sehingga menurunkan jumlah tenaga kerja penganggur," ujar Esthon. (hh/cr6/yen)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved