Jefri Akui Belum Maksimal, Tiga Tahun FIRMANMU Memimpin Kota Kupang

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore menegaskan bahwa Kota Kupang adalah rumah besar persaudaraan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore bersama Pemimpin Redaksi POS-KUPANG Hasyim Ashari saat acara Baomong Asyik Ayo Terus Berubah yang diselenggarakan POS-KUPANG pada Jumat (21/8/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore menegaskan bahwa Kota Kupang adalah rumah besar persaudaraan. Dengan demikian, konsep membangun dan menata kota dilakukan secara holistik baik manusia maupun lingkungan atau tata kota. Pembangunan dan penataan kota dimulai dengan penataan taman dan ruang-ruang publik.

Jefri menyampaikan hal ini dalam acara Ngobrol Asyik Bertajuk Ayo Terus Berubah di Kantor Pos Kupang Jalan RW Monginsidi III Kelurahan Fatululi, Jumat (21/8/2020) malam. Acara ini dipandu Pemimpin Redaksi Pos Kupang Hasyim Ashari.

Duet kepemimpinan Jefri Riwu Kore-Herman Man genap berusia tiga tahun pada Sabtu (22/8). Kedunya membangun Kota Kupang dengan spirit Ayo Berubah.  "Kita harus punya konsep membangun kota ini," tegas Jefri.

Pesawat N250 Kebanggan Indonesia Tinggal Kenangan Gatot Kaca Penghuni Museum

Mengenai penataan taman, misalnya taman Bundaran Burung Merpati yang berada di wilayah Kelurahan Penfui, kata Jefri, pembangunan dan pengembangannya memiliki konsep kebersamaan dan kedamaian yang dilambangkan dengan burung merpati. Asesoris dan desain taman memiliki makna penghormatan terhadap orang Timor sebagai penduduk asli.

"Kota Kupang adalah rumah besar persaudaraan. Kita punya penghormatan terhadap kota ini dengan orang Timor sebagai penduduk asli. Identitas orang Timor ada di sini," ujar Jefri.

Menurut Jefri, penataan taman lainnya juga dengan konsep dan pendekatan pendekatan yang berbeda.

Suami Hilda Manafe ini mengatakan, dia dan Herman Man praktis baru bekerja selama dua tahun jika dihitung dari proyeksi pekerjaan. Hal ini karena pada tahun pertama, mereka bekerja berdasarkan anggaran pemerintah sebelumnya yang disetujui oleh dewan.

Cegah Virus ASF, Warga Diminta Perhatikan Pakan dan Jaga Kebersihan Kandang Babi

"Kepemimpinan saya dan Pak Herman Man, 22 Agustus 2017 sampai 22 Agustus 2020. Secara hitung hitungan sudah tiga tahun tetapi secara proyeksi pekerjaan baru dua tahun kerja. Karena tahun pertama praktis tidak bebeja karena anggaran disetujui dewan sebelumnya, tahun ini masuk tahun ketiga," ujarnya.

Saat awal memimpin, terang Jefri, mereka melihat dan menginventarisir masalah Kota Kupang. Dua masalah utama yang ditemukan adalah bagaimana menata infrastruktur kota secara baik dan bagaimana membantu masyarakat yang tidak beruntung. "Itu dua komponen besar yang menjadi perhatian kita," kata Jefri.

Penataan infrastruktur, kata Jefri, termasuk infrastruktur pendidikan dan kesehatan.
"Karena itu pada tahun pertama kita melihat kota ini harus segera ditata secara baik, pertama tata mengenai infrastruktur jalan, lampu jalan, drainase, taman kota dan sebagainya," ucap Jefri.

Menurut Jefri, komponen itu yang menyebabkan orang menilai sebuah kota. "Kalau kampung pasti gelap gulita, tamannya tidak ada dan sebagainya trotoar, air bersih dan sebagainya."

Pemerintah mengalokasikan sejumlah uang untuk menata kota. Namun, sumber dana tidak hanya sebatas pada PAD.

"Sumber utama PAD, tetapi bukan hanya itu. Kita harus punya kemampuan untuk menata kota dengan dana dari pihak lain," tandasnya.

Ia mengaku meski belum maksimal, namun dukungan luar biasa dari DPRD Kota Kupang memungkinkan semua program dan penataan kota bisa berjalan dengan baik.
Jefri mengatakan, apabila kita berbicara tentang penataan kota, maka kita berbicara tentang mengalikasikan sejumlah uang untuk menata kota ini.

Pada tahun pertama, kata Jefri, pihaknya menata penerangan jalan. Walaupun belum maksimum secara keseluruhan, karena keterbatasan dana menjadi kendala utama. Tetapi karena dukungan DPRD Kota Kupang, pihaknya dapat mengadakan lampu yang bagus untuk menata lampu jalan dan taman-taman.

Komponen yang kedua adalah membantu saudara-saudara kita yang tidak beruntung dengan membuat program bedah rumah bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Saya tergugah untuk bagaimana mengatur saudara-saudara saya. Dan, saya diberikan tanggungjawab untuk membantu mereka tanpa memandang siapa pun". ucapnya.

Dalam mengatasi persoalan ini, kami mengalami kendala anggaran. Kami juga tidak mempunyai anggaran untuk membantu mereka, tetapi pada saat rumah mereka dibedah, mereka harus dipindahkan. Dan, mau dipindahkan kemana saja harus dipindahkan. Sehingga kami pindahkan masyarakat yang rumahnya dibedah ke rumah jabatan dan yang lainnya ke hotel.

"Di rumah jabatan, kami menjadi saudara sehingga saat tertentu saya mengajak mereka ngobrol dan mengerjakan hal lain seperti membantu menyiram tanaman sayur yang ada di rumah jabatan, serta makan pun bersama-sama. Anggaran yang terbatas inilah yang menyebabkan kami harus menampung mereka. Tetapi juga hal lain adalah bagaimana kita menempatkan diri kita sebagai mereka," papar Jefri.

Apresiasi Bedah Rumah

Program bedah rumah yang digagas Pemkot Kupang menuai pujian berbagai kalangan. Tidak hanya warga penerima bantuan, tetangga pun turut bahagia. Mereka mengapresiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

Pada Kamis (20/8) malam, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang Hilda Manafe mengantar kembali Fatma Ahmad dan cucunya menempati rumah baru di RT 21 RW 05 Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja.

Tangis haru pihak keluarga menyambut kehadiran mereka. Rumah milik Fatma baru saja selesai dibedah Pemkot Kupang selama sepuluh hari. Selama waktu itu Fatma bersama seorang cucunya tinggal di rumah jabatan Wali Kota Kupang.

Tetangga Fatma, Ance Ndolu memuji Wali Kota Kupang yang memberi perhatian kepada masyarakat tidak mampu.

"Kami atas nama warga mengucapkan terima kasih. Kami turut merasakan sukacita luar biasa ini, kami setia menunggu kedatangan bapak dan ibu. Kami warga di sekitar sini hanya bisa mendoakan Bapak Wali Kota beserta ibu dan seluruh jajarannya supaya sehat selalu dan diberi hikmat dalam memimpin Kota Kupang," ucap Ance dengan nada terbata-bata.

Jefri menyampaikan bahwa rumah milik Fatma telah diperbaiki berkat bantuan Pemkot Kupang yang menjadikannya sebagai hunian yang layak. Menurutnya program bedah rumah selaras dengan misi Pemkota Kupang untuk menjadikan Kupang sebagai kota layak huni bagi warganya.

"Semoga selanjutnya rumah ini menjadi penyemangat dalam melanjutkan hidup mereka," kata Jefri disambut tepuk tangan warga.

Ia mengakui saat ini masih banyak warga yang hidupnya tidak beruntung. Di sisi lain Jefri bangga dan bahagia dengan kekompakan dan antusiasme warga Kuanino mendukung program bedah rumah.

"Semoga kekompakan dan hidup gotong royong ini bisa terjaga dalam setiap aspek kehidupan," ujarnya.

Selain bedah rumah, Jefri bersama sejumlah donatur memberi bantuan perabotan rumah tangga dan sembako.

Kurangi Kriminalitas

Mantan Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay mengaku bahwa tiga tahun kepemimpinan Paket FIRMANMU, Kota Kupang banyak kemajuan.

"Dari banyak kemajuan ini, di antaranya ada tiga hal yang paling menonjol, seperti penataan taman-taman, pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat," ujar Esthon.

Mengenai penataan Kota Kupang, Esthon melihat ada cukup kemajuan, salah satunya Taman Tirosa. Taman Tirosa ditata cukup baik dan menjadi tempat transaksi ekonomi untuk masyarakat.

"Dampak dari transaksi ekonomi masyarakat di taman Tirosa, mengurangi angka kejahatan di kota kupang. Sehingga masing-masing orang berusaha untuk meningkatkan pendapatannya. Jadi, salah satu parameter itu, kriminalitas menurun di Kota Kupang," ujar Esthon.

Investasi bidang pendidikan juga sangat baik, di antaranya dengan menempatkan para guru pada porsinya. Anak-anak diberikan motivasi dan pihak kelurahan turut mendukung untuk kapasitas, kapabilitas dan kualitas SDM.

"Walaupun masih ada kekurangan dalam program mereka, tetapi sudah mendapat nilai tambah," kata Esthon.

Estafet dari sistem pelayanan kesehatan yang pernah digagas oleh wali kota terdahulu. Namun setelah dilanjutkan mendapat nilai manfaat. Karena sejauh ini, para medis ditempatkan di puskesmas induk sampai puskesmas pembantu dan ini sumbangsi tersendiri dalam angka kematian ibu dan bayi, serta memberikan prospek pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Lanjut Esthon

"Dari tiga komponen ini, dari pelayanan pendidikan, kesehatan dan ketenagaan baik dari pihak pemerintah, swasta dan perorangan mempunyai korelasi yang signifikan kapasitas, kapabilitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM), sehingga menurunkan jumlah tenaga kerja penganggur," ujar Esthon. (hh/cr6/yen)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved