Breaking News
Senin, 13 April 2026

Nelayan Hilang di Pantai Selatan Malaka

Bupati Malaka Prihatin Kejadian Menimpa Warga di Laut Selatan

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH atau SBS menyatakan keprihatinannya terhadap peristiwa tenggelamnya warga saat melaut di Pantai Selatan

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EDY HAYONG
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH. 

POS-KUPANG.COM | BETUN - Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH atau SBS menyatakan keprihatinannya terhadap peristiwa tenggelamnya warga saat melaut di Pantai Selatan Malaka.

Pantai Selatan Malaka merupakan lautan lepas Samudra Hindia sehingga arusnya cukup deras. Untuk itu para nelayan diharapkan lebih berhati-hati saat melaut sehingga tidak ada korban jiwa seperti terjadi belakangan ini.

Bupati Malaka, SBS menyampaikan ini kepada Pos-Kupang ketika mengikuti acara tabur bunga jelang HUT RI ke 75 di pantai selatan. Ia dimintai pendapatnya terkait kejadian nelayan hilang saat melaut di Malaka belakangan ini.

Dua Hari Pasca Hiang di Laut, Korban Yohanes Seran Belum Ditemukan

Dijelaskan Bupati SBS, fakta menunjukan bahwa arus laut di pantai selatan Malaka memang sangat terbuka karena berada di lautan lepas Samudra Hindia bagian Selatan. Para wargapun walau dengan kondisi laut yang ganas tetapi tetap melaut untuk mendukung ekonomi rumah tangga.

"Saya memang prihatin dengan kejadian ini. Arusnya memang kencang sehingga nelayan perlu hati-hati. Kita punya nelayan mengandalkan perahu kayu yang tidak mungkin kuat menghadapi arus laut pantai selatan," ujar SBS.

Wali Kota Kupang Jalin Kerjasama Dengan Yayasan Tanpa Batas Kupang

Bagaimana solusinya agar kejadian seperti ini tidak terjadi, SBS berpendapat bahwa perlu dihadirkan infrastruktur pendukung kegiatan di laut. Itu artinya pemerintah pusat perlu menyiapkan pelabuhan sehingga ikutannya pada penyediaan peralatan pendukung termasuk tenaga yang handal dalam melaksanakan penyelamatan di laut manakala ada kejadian.

Untuk diketahui, laut pantai selatan di Kabupaten Malaka kembali "memakan" korban jiwa. Setelah sebelumnya pada tanggal 26 Juli 2020 dua korban jiwa Servasius Seran alias Bet dan Yasintus Nahak Bria alias Erik (33) hilang di perairan laut Beiseuk, Rabasa Haerain.

Korban kali ini atas nama Yohanes Seran salah satu dari tiga nelayan, warga dusun Marobo, Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, diduga hilang hilang di laut pantai selatan, Motadikin, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Rabu (19/8).

Belum diketahui penyebab utama dari kehilangan korban Yohanes dan hingga kini masih dalam proses pencarian baik keluarga maupun Tim Tagana Kabupaten Malaka.

Informasi yang diperoleh Pos-Kupang, korban
Yohanes Seran bersama dengan tiga orang nelayan lainnya turun ke laut pada Selasa (18/8) sekitar Pukul 15.00 Wita. Ketiga nelayan yang turut bersama korban yakni, Endik Bitin, Leonardus Kehi, dan Jefri. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved