2 Hari Berlutut di Samping Truk Suami, Ternyata Ibu Muda Ini Telah Tewas Dengan Leher Terlilit Tali

Ibadurahman segera menghubungi aparat Polsek Bukit dan kepala Kampung Karang Rejo perihal ada warga yang meninggal tergantung di samping truk.

Editor: Frans Krowin
Serambinews.com
TEWAS DI SAMPING TRUK -- Aparat Polsek Bukit berjaga-jaga di lokasi penemuan mayat Arini (35) yang tergantung di dinding truk suaminya M (40) yang terparkir di halaman rumah di Kampung Karang Rejo, Dusun Karang Anyar, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (12/8/2020). (Inset) Uan Maharani (17), ditemani neneknya, menunggu jenazah ibu kandungnya, Arini, di RSUD Muyang Kute Bener Meriah, Kamis (13/8/2020). 

Kabar kematian Arini didapat keluaga dari telepon majikan ibunya.

Uan tak sendiri menjemput jasad ibunya, tapi diantar nenek, paman, dan anggota keluarga lain.

“Jenazah mama akan disalatkan di sini, setelah itu baru dibawa ke Medan untuk dikebumikan,” terang Uan.

Arini merantau dari Medan pada 2016, setelah suami dan ayah Uan meninggal dunia.

Paman Arini yang mendampingi Uan mengaku, sejak awal tak setuju keponakannya itu menikah dengan tersangka.

Uan berharap pelaku pembunuhan ibu kandungnya mendapat hukuman setimpal.

Awali Tahun Baru 1 Muharram 1442 Hijriyah Dengan Doa, Dibaca Setelah Azhar - Sebelum Magrib

Setelah Pasang Kamera CCTV Di Rumah, Suami Ini Terkejut Lihat Istri Menyiksa Bayi Berumur 15 Bulan

Tersebab Utang Piutang 

Sehari setelah penemuan mayat Arini, polisi mendapatkan motif M tega membunuh istri muda yang dinikahi pada 2018 silam. 

Hasil penyidikan, Sat Reskrim Polres Bener Meriah memastikan Arini dibunuh M pada Selasa sekitar pukul 04.00 WIB.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim SH menjelaskan, penyidik telah menetapkan M sebagai tersangka pemunuhan Arini.

Menurut Rifki, korban meminta pisah ranjang dengan suaminya. Tapi, ia juga meminta M mengembalikan uang Rp 37 juta dan 2 unit hape yang dipinjamnya.

Sebagai jaminan, Arini menahan kunci truk yang terparkir di halaman rumah. Keduanya sempat tarik menarik dan di sinilah pemicu keduanya ribut besar.

Sementara kunci truk dikuasai Arini, salah satu sudara M menelepon istri tuanya, MN (44) dan anaknya DP (20) untuk datang menjemput.

tribunnews
Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Rifki Muslim. (Serambi Indonesia/Budi Fatria)

Kedua orang ini yang Samsudin lihat pada Senin malam bertamu ke rumah Arini.

Mereka bertiga kemudian pulang dari sana. Rupanya, Arini mengejar dari belakang karena merasa permasalahan dengan M belum selesai.

Akhirnya, M dan Arini kembali masuk ke dalam rumah itu. Sedangkan MN dan DP menunggu di pinggir jalan yang jaraknya sekitar 20 meter.

"Tersangka dan korban kembali lagi masuk ke dalam rumah itu untuk menyelesaikan permasalahan hutang-piutang, di situlah terjadi eksekusi,” beber Rifki.

Tersangka tidak mengakui telah membunuh Arini. Ia memastikan hanya memukulnya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved