Hilangnya Tas Berisi Uang Covid 19 Milik Desa Wolodhesa Maumere Jadi Pembelajaran Pemilik Toko
Kasus hilangnya tas berisi uang Rp 161.342.000 di Toko Rejeki Maumere yang adalah uang Covid 19 bagi warga kurang mampu
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Hilangnya Tas Berisi Uang Covid 19 Milik Desa Wolodhesa Harus Jadi Pembelajaran Pemilik Toko di Maumere
POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Kasus hilangnya tas berisi uang Rp 161.342.000 di Toko Rejeki Maumere yang adalah uang Covid 19 bagi warga kurang mampu dan dana operasional desa sangat ramai dibicarakan di media sosial.
Menyikapi kasus pencurian uang milik warga Desa Wolodhesa, Kecamatan Mego, Sikka membuat pengamat hukum asal Sikka, Marianus Gaharpung, S.H, M.H angkat bicara lagi.
Marianus dalam rilisnya kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Sabtu (15/8/2020) siang menjelaskan, bagi orang yang berlatarbelakang hukum khususnya
Kriminologi adalah ilmu yang mempelajari kejahatan dan tindak kriminal. Hal ini bagi yang berlatar belakang sarjana hukum terlebih aparat Reskrim Polres SIKKA sudah menjadi "makan minum" setiap hari dan tidak sulit untuk ungkap siapa pelakunya.
"Teman- teman di Reskrim sudah bisa mengetahui pelakunya ketika memeriksa pemilik tas, penjaga toko dan dihubungkan ditemukannya tas berisi uang beberapa lembar dan dokumen pengambilan uang di got oleh beberapa anak kecil," kata Marianus.
Ia menjelaskan, dari ilmu kriminologi sudah bisa menarik benang merah sebagai berikut :
1. Kalau memang tas berisi uang ratusan juta benar- benar diambil/dicuri harusnya untuk menghilangkan jejak setelah uang diembat tas tersebut langsung dibakar untuk menghilangkan jejak.
2. Mengapa tas harus dibuang dan masih ada sisa uang dan berkas surat ?. Hal demikian, tidak lain sebuah trik dari orang yang mengambil uang tersebut bahwa tas yang dititipkan di Toko Rejeki benar berisikan uang. Dan, uang di dalam tas jumlahnya ratusan juta atau memang hanya dua tiga juta yang tahu persis adalah siempunya tas dan temannya yang sedang menunggu di luar toko sedangkan pemilik dan pegawai toko tidak tahu sama sekali.
3 Dari aspek nalar yang sehat, mengapa uang ratusan juta tersebut tidak dititipkan kepada temannya yang nunggu diluar yang sama- sama tahu jumlah uang di dalam tas itu.
4. Sangat tidak masuk akal uang segitu banyak dititipkan ditempat penitipan yang sangat terbuka karena orang masuk keluar toko begitu bebasnya.
"Ambil contoh saja Safety box di bank yang ada nomor pin hanya yang punya barang yang dititipkan di bank saja yang tahu itupun masih ada yang jebol apalagi toko di Maumere. Sehingga dari fakta itu dari aspek kriminologi sudah di depan mata pelakunya segera terungkap," ujar Marianus.
Dari kasus raibnya uang di Toko Rejeki, Marianus mengimbau kepada toko -toko di Maumere agar peristiwa raibnya uang tersebut menjadi pelajaran yang sunguh berharga guna ke depannya lebih serius menyiapkan tempat penitipan barang sebaiknya dalam bentuk kotak-kotak sekalian dengan kuncinya serta dibuat pengumuman.
"Barang berharga perhiasan, uang dan HP tidak boleh dititipkan hilang tanggungjawab pemiliknya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," papar Marianus.
Sebelumnya, pencurian di Kota Maumere, Kabupaten Sikka kembali terjadi lagi.