Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Spirit Restorasi Kebangkitan Pendidikan Pendidikan NTT

Dinas Pendidikan dalam Pemerintah Provinsi NTT, dengan spirit NTT bangkit, NTT Sejahtera, serta spirit pedidikan restorasi kebangkitan pendidikan

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ONCY REBON
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Linus Lusi Making, S.Pd., M.Pd, dalam Ngobrol Asyik di ruang redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Kamis, 13/08/2020 

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Dinas Pendidikan dalam Pemerintah Provinsi NTT, dengan spirit NTT bangkit, NTT Sejahtera, serta spirit pedidikan restorasi kebangkitan pendidikan Nusa Tenggara Timur, harus diejawantahkan dengan benar sehingga memberikan model pembelajaran baru. Selain itu momen pandemi Covid-19 menjadi momen refleksi batin bagi orangtua dalam membangun hubungan emosional yang intens dengan anak-anak.

Demikian disampaikan kepala dinas pendidikan Provinsi NTT Linus Lusi Making, S.Pd., M.Pd, dalam ngobol asyik yang di ruang redaksi POS-KUPANG.COM, Kamis, 13/08/2020.

Menurutnya, dengan situasi ini memberikan sebuah pemahaman bahwa, satu persoalan pendidikan yang bersentuhan dengan aspek kesehatan, memiliki banyak konsekuensi.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Covid-19 Ngada Benarkan Anggota DPRD Positif Corona di Surabaya

Namun pemerintah Provinsi melalui kementrian pendidikan dan sejenisnya, memberi ruang kepada sekolah-sekolah untuk menyesuaikannya dengan kebijakan-kebijakan terbaru.

"Pulsa disiapkan oleh sekolah dan lain sebagainya, dan kita juga sudah melayangkan surat edaran kepada sekolah-sekolah, untuk menyesuaikan edaran kementrian itu, agar menyiapkan paket data, sehingga layanan pendidikan bagi anak-anak dalam skala-skala tertentu bisa terealisasi secara optimal," ujar Linus.

Anak Tersangka Kasus Korupsi Laporkan Penyidik Polda NTT Atas Dugaan Pemerasan

Meskipun dalam berbagai analisis pakar pendidikan ada banyak sisi positif dan negatif dari kebijakan tersebut tetapi, bagi Linus, proses pembelajaran tidak boleh berhenti karena alasan pulsa data dan lainnya.

Pembelajaran yang akan dikedepankan adalah pembelajaran yang bersifat andragogi, yang dipaksa untuk mengikuti selera anak-anak. Sehingga tantangan-tantangan itu bisa disetir agar orangtua bisa menjadi fasilitator pembelajaran buat anak-anak.

Terkait pemanfaatan dana bos untuk pengadaan fasilitas paket data bagi para siswa, Linus Lusi menjelaskan bahwa, dari sisi regulasi sudah ada surat edaran dan penegasan mentri pendidikan. Sekolah sangat memberi apresiasi langkah-langkah cepat yang diambil oleh mentri pendidikan dan kebudayaan.

Ia menambahkan, sejauh ini mengenai tindakan teknis di lapangan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi, baik offline maupun online kepada sekolah-sekolah.

Dikatakan Linus, dinas pendidikan dan kebudayaan memberikan sebuah proteksi kepada bapak-ibu kepala sekolah bahwa, pandemi dengan berbagai konsekuensinya, tidak mungkin memenjarakan mereka. Namun sudah ada surat edaran dari mentri pendidikan, maka didorong untuk memanfaatkan dana bos.

"Karena secara psikologis, mereka ada ketakutan-ketakutan yang berhadapan dengan hukum. Dan ini, saya mohon bantuan teman-teman media untuk mengadvokasi agar ketakutan-ketakutan ini, karena mereka tidak terlatih dari berbagai sisi dalam pengelolaan dana-dana yang bersifat darurat seperti ini," tutupnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oncy Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved