Radio Edukasi Spensa FM Bermanfaat Saat Masa Pengenalan Sekolah
Kepala SMAN 1 Nubatukan Melkior Muda Making mengakui inovasi membuat radio edukasi Spensa FM 99,9 Mhz sangat bermanfaat
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Kepala SMAN 1 Nubatukan Melkior Muda Making mengakui inovasi membuat radio edukasi Spensa FM 99,9 Mhz sangat bermanfaat juga pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS) bagi peserta didik baru.
Dia memastikan, SMAN 1 Nubatukan merupakan satu-satunya sekolah di Lembata yang memanfaatkan radio edukasi untuk MPLS selama masa pandemi Covid-19.
Sementara sekolah lain tak bisa menggelar MPLS karena sementara masih tatap muka guru dan murid masih dilarang.
• Dilaporkan oleh Partai Golkar - Gidion Mbilijora Siap Diperiksa
Dihubungi Pos Kupang, Kamis (13/8/2020), Melkior mengakui progres pemanfaatan radio edukasi Spensa FM sangat baik dan memuaskan.
Lebih jauh, Melkior menuturkan inovasi radio edukasi yang manajemen sekolah ciptakan juga telah mendapat respon langsung dari Kementerian Kominfo Indonesia dan Kemendikbud.
• SIMPEL Jawab Kegelisahan Warga Kota
Dia juga sudah mengirim video bagaimana guru mengajar melalui radio dan bagaimana siswa menerima pelajaran di rumah via saluran radio tersebut kepada Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI).
Setelah mengikuti webinar bersama JRKI, kemudian Melkior mengetahui kalau baru ada lima sekolah di Indonesia yang melakukan pembelajaran jarak jauh menggunakan radio selama masa pandemi corona. Empat sekolahnya ada di Pulau Jawa dan satunya yakni di SMPN 1 Nubatukan, Kabupaten Lembata.
"Menurut saya inovasi ini paling tepat. Tidak seratus persen dia menjangkau tetapi secara keseluruhan di atas 50 persen sesuai harapan," katanya. (Masa Pengenalan Sekolah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)