Breaking News:

Peternak Sudah Bisa Jual Babi ke Luar Lembata Setelah Uji Sampel Darah di Denpasar

penjualan babi ke luar Lembata setelah pihaknya mengirim sampel darah ke Denpasar pada 23 Agustus 2020 mendatang.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RIKARDUS WAWO
Dinas Peternakan Kabupaten Lembata sudah mengadakan Rapat Teknis Lintas Sektor Soal Pengeluaran dan Pemasukan Ternak Babi di Lembata menindaklanjuti instruksi gubernur tersebut, Selasa (11/8/2020). 

Peternak Sudah Bisa Jual Babi ke Luar Lembata Setelah Uji Sampel Darah di Denpasar

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Dinas Peternakan Kabupaten Lembata memastikan kalau para peternak sudah bisa melakukan penjualan babi ke luar Lembata setelah pihaknya mengirim sampel darah ke Denpasar pada 23 Agustus 2020 mendatang.

Hal ini sesuai dengan petunjuk yang tertuang dalam instruksi Gubernur NTT tentang pembatalan instruksi sebelumnya yang melarang aktivitas pengeluaran dan pemasukan ternak babi dan hasil olahannya selama masa virus babi Afrika atau African Swine and Fever (ASF).

Dinas Peternakan Kabupaten Lembata sendiri sudah mengadakan Rapat Teknis Lintas Sektor Soal Pengeluaran dan Pemasukan Ternak Babi di Lembata menindaklanjuti instruksi gubernur tersebut, Selasa (11/8/2020).

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq menerangkan sejak wabah virus babi Afrika merebak kurang lebih 8 bulan para peternak dilarang membawa masuk atau mengirim babi dari dan ke Lembata.

Kanis menegaskan secara teknis pada tahap pertama pihaknya akan terlebih dahulu menggelar uji sampel darah di Denpasar. Setelah hasilnya keluar, mereka akan bersurat ke kabupaten yang akan menerima ternak babi dari Lembata dengan melampirkan hasil uji lab tersebut. Lalu pedagang pengumpul atau peternak bisa melakukan penjualan keluar daerah.

Kendati demikian, menurut Kanis, para peternak perlu melengkapi surat-surat administrasi sebelum menjual babi ke luar daerah. Administrasi yang perlu dilengkapi itu yakni hasil uji laboratorium ASF, uji laboratorium hog cholera, rekomendasi pengeluaran dari Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, izin pengeluaran dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lembata dan rekomendasi pengeluaran dari Kantor Karantina.

"Tahap pertama tanggal 23 Agustus 2020 kita ambil sampel darah kirim ke denpasar. Lalu, September baru bisa lakukan pengiriman keluar. Jadi ini buka kran bukan buka sekali tapi pelan-pelan ada administrasi yang panjang," tandasnya.

Saat ini, pemerintah terus melakukan prioritas perhatian pencegahan penularan virus ASF di Lembata. Sesuai data yang dikeluarkan sudah ada 14 kabupaten/kota di NTT yang terjangkit virus ASF dan tersisa 8 kabupaten yang bebas virus termasuk Kabupaten Lembata. Jadi total ada 24.079 ekor babi di NTT yang terjangkit virus babi Afrika.

"Ini masih pra pencegahan atau antisipasi terhadap virus. Kita berusaha supaya ternak babi jual keluar supaya ekonomi meningkat karena sudah tertahan 8 bulan atas perintah gubernur. Kita lakukan edukasi kepada masyarakat melalui kecamatan dan desa desa via surat imbauan dan umumkan di gereja dan masjid. Pemasangan baliho, spanduk, stiker di kapal," papar Kanis.

Pemkab Lembata sendiri akan melakukan pengawasan ketat di pintu-pintu pelabuhan dan bandara perihal pengawasan keluar masuk babi.

Pintu masuk/keluar tak resmi seperti di Pelabuhan Ile Ape, Wairiang, Loang, dan pelabuhan tradisional lainnya.
Pintu/masuk keluar resmi seperti Bandara Wunopito, Pelabuhan Lewoleba, Waijarang, dan Balauring.

Lebih jauh, saat ini isu strategis Dinas Peternakan Kabupaten Lembata di antaranya seperti populasi ternak masih rendah, sistem pemeliharaan ternak masih rendah, SDM peternak masih rendah, pusat pengembangan/pembibitan ternak belum tersedia.

Selain itu, penanganan kasus penyakit hewan menular yang belum optimal, penyakit hewan yang kompleks dan beragam, kelembagaan usaha peternak belum berkembang/mandiri, modal usaha terbatas, dan kerja sama pihak swasta untuk investasi di sektor pternakan belum nampak.

21 Rumah Adat Kampung Dete Sumba Barat Ludes Terbakar, Warga Mulai Bersihkan Puing dan Kubur

Pembuatan Website Salah Satu Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen FST Undana

Senator DPD RI dr. Asyera Apresiasi Pelangi Nusantara Bangkitkan Ekonomi yang Lesu Akibat Pandemi

"Skenario pengembangan ternak babi di Lembata seperti kawin suntik, pembibitan dan penggemukan," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved