Berita Atambua
Sekolah Saat Pendemi Covid-19 Mesti Lebih Rajin Belajar
Aktivitas pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 memiliki sisi kelemahan dan kelebihan. Kelebihannya, siswa memiliki cukup banyak waktu untuk menger
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas
POS-KUPANG.COM| ATAMBUA-----Aktivitas pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 memiliki sisi kelemahan dan kelebihan. Kelebihannya, siswa memiliki cukup banyak waktu untuk mengerjakan tugas saat di rumah. Kelemahannya, jam pembelajaran tatap muka dikurangi setelah dibagi dalam shif pembelajaran.
Kondisi demikian mendorong peserta didik agar lebih disiplin waktu serta lebih mandiri dalam hal mengatur belajar di rumah. Siswa tidak saja menunggu penjelasan dari guru tetapi berusaha untuk belajar menemukan sendiri saat di rumah. Jika agak sulit bisa ditanyakan ke guru saat tatap muka di sekolah.
Hal ini diungkapkan Lucia Lazakar,
siswi SMAK Suria Atambua kepada wartawan, Selasa (4/8/2020). Menurut Lucia, demikian ia disapa, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, ia memiliki banyak waktu untuk mengerjakan tugas namun ia juga harus disiplin dalam hal belajar karena jam pembelajaran tatap muka dikurangi.
"Pembelajaran di tengah pandemi covid 19 ini memungkinkan saya lebih memiliki banyak waktu untuk belajar dan juga mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru karena kami banyak juga jam belajar di rumah", kata siswi kelas XI Alam ini.
Terpisah, Claudia Mali mengatakan, pembelajaran tatap muka lebih baik karena bisa mendapat penjelasan langsung dari guru di sekolah. Walaupun jam belajar sedikit kurang namun pola tatap muka lebih efektif.
"Pembelajaran tatap muka di tengah covid 19 ini baik karena saya mengikuti kegiatan pembelajaran secara tatap muka", ujarnya.
Ditanya soal waktu belajar di rumah, Claudia mengatakan, jam belajar di rumah diatur sendiri dan ia biasanya belajar setiap hari di rumah. Apalagi ada saja tugas yang diberikan guru.
Siswa kelas XII ini mengungkapkan, selama masa pandemi Covid-19 ini, siswa dituntut untuk mandiri dalam mengatur waktu belajar di rumah.
• Gubernur Viktor Laiskodat Minta Aspirasi Penggabungan Semau Dikaji Komprehensif
Lucia dan Calaudia mengaku, setiap hari mereka menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak saat di kelas maupun di luar kelas, menggunakan masker, cuci tangan, mengukur suhu badan setiap hari saat masuk sekolah. Jam istirahat tidak diizinkan keluar dari lingkungan sekolah.
Sebelumnya, Kepala SMAK Suria Atambua, Rm. Benyamin Seran, Pr mengatakan, SMAK Suria membagi dua sesi jam pembelajaran yakni, sesi pagi pukul 07.00 Wita sampai pukul 12.00 Wita. Sesi siang dari pukul 12.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita atau jam 05 sore. Jumlah peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 396 orang yang akan dibagi dalam 11 rombongan belajar. Total rombel di SMAK Suria sebanyak 32. Kegiatan tatap muka untuk seluruh siswa di SMAK Suria akan berlangsung tanggal 22 Juli.
Penerapan protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran Gubernur tentang penerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Hal-hal yang disiapkan yakni, waktu pembelajaran dibagi dua sesi yakni, sesi pagi dan sesi siang. Untuk menjaga jarak, jumlah peserta didik setiap kelas sebanyak 20 orang.
• Jonatan Christie dkk Gelar Simulasi Piala Thomas dan Uber 2020, Lihat Jadwalnya, Simak INFO
"Kita bagi dua sesi, pagi dan siang. Satu rombel berjumlah 20 orang saja", kata Rm. Min.
Kemudian, pihak sekolah sudah menyiapkan 36 wadah cuci tangan yang diletakan di halaman sekolah persis dekat pintu masuk. Sekolah juga sudah menyiapkan handsanitizer dan masker yang sudah dibagikan kepada peserta didik, guru dan pegawai.