Berita Kopdit Swasti Sari
Kopdit Swasti Sari Rekrut Karyawan Baru, 527 Calon Karyawan Siap Seleksi Kesehatan
KSP Kopdit Swasti Sari telah melakukan sejumlah seleksi guna perekrutan 53 karyawan baru. Rangkaian seleksi telah dilakukan sejak 11 Juni 2020. Seb
Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka
POS-KUPANG.COM | KUPANG - KSP Kopdit Swasti Sari telah melakukan sejumlah seleksi guna perekrutan 53 karyawan baru. Rangkaian seleksi telah dilakukan sejak 11 Juni 2020. Sebanyak 527 calon karyawan akan mengikuti seleksi kesehatan pada Rabu, (5/8/2020) hingga Sabtu (8/8/2020).
Dalam jumpa pers, Selasa (4/8/2020) di Kantor Pusat KSP Kopdit Swasti Sari, General Manager Kopdit Swasti Sari Yohanes Sason Helan mengungkapkan, pengumuman perekrutan telah dibuka sejak 11 Juni 2020 hingga 13 Juli 2020.
Lamaran dibuka untuk formasi Keuangan sebanyak 5 orang, Kredit 44 orang, dan Satpam sebanyak 4 orang. Kemudian, seleksi pendaftaran dibuka sejak 14 Juli 2020 hingga 16 Juli 2020. Jumlah pelamar yang mendaftar selama tiga hari itu mencapai 1.000-an pelamar.
Selanjutnya, sebanyak 200-an pelamar gugur dalam seleksi administrasi tersebut, sehingga hanya terdapat 700-an pelamar yang lolos ke seleksi tertulis. Sebanyak 200-an pelamar gugur lagi di seleksi tersebut. Jumlah pelamar yang dinyatakan lulus untuk seleksi kesehatan sebanyak 527 pelamar.
"Pemeriksaan kami lakukan secara maraton dan steril. Jadi, tidak ada unsur KKN ya di sini. Jumlah yang lulus itu kami sudah berikan informasinya secara terbuka kepada para pelamar," ujar Yohanes.
Dalam tes kesehatan yang akan berlangsung selama empat hari mendatang di Laboratorium Prodia Kupang, para pelamar akan mengikuti serangkaian tes kesehatan lengkap, dimana pelamar tidak boleh memiliki penyakit jantung, TBC, turunan hepatitis, kelamin/kulit, narkoba, dan HIV. Tes kesehatan berlangsung sejak pukul 07.00 Wita hingga 17.00 Wita dengan membayar biaya tes kesehatan sebesar Rp470.000.
Adapun jadwal seleksi lain yang akan dilaksanakan oleh Kopdit Swasti Sari yakni psikotes, public speaking, wawancara, dan pendadaran.
"Kita merawat di dalam dulu. Tidak boleh membuat blok dan melihat suku atau agamanya apa, itu swasti sari tidak butuh. Yang paling pertama itu Anda kompeten, profesional, dan siap pakai," tegas Yohanes.
Kopdit Swasti Sari Pecat 13 Karyawan
Menurut Yohanes, karyawan Swasti Sari tidak boleh keluar dari regulasi dan sistem yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, ketika ada karyawan yang setengah hati dalam bekerja, maka akan diberikan sanksi. Ia menegaskan, pihaknya baru saja memecat 13 karyawan Kopdit Swasti Sari dengan masa kerja yang berbeda-beda karena tidak menaati aturan Kopdit Swasti Sari.
"Prinsip lembaga, kamu tidak boleh di sini lalu jiwamu terbagi-bagi. Kamu mengamankan uang orang di sini, jadi harus loyal terhadap perusahaan," tandasnya.
Bagi Yohanes, ketahanan seseorang dalam membela dan mencintai pekerjaan adalah hal yang paling utama.
Pertumbuhan Kopdit Swasti Sari Cukup Baik
Yohanes memaparkan, Kopdit Swasti Sari mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Kini, Kopdit Swasti Sari memiliki 100.000-an anggota yang tersebar di seluruh cabang Kopdit Swasti Sari. Aset Kopdit Swasti Sari pun mencapai satu triliun. Setiap bulannya, jumlah anggota baru mencapai 4.000-an anggota dengan pertambahan aset mencapai hingga 20 miliar. "Itu artinya minat masyarakat bergabung ke sini sangat tinggi. Maka, kita di dalam harus menjaga yang baik dan benar," jelas Yohanes.
Penurunan omzet di masa pandemi Covid-19 yang mencapai 10 persen dinilainya merupakan hal yang biasa. Sejauh ini, ia melihat likuiditas koperasi cukup aman, yakni antara 20% hingga 25%. "Koperasi swasti sari sangat teruji," tegasnya.
Nantinya, Kopdit Swasti Sari akan meresmikan cabang baru di Maumere dan Kalabahi pada Oktober 2020 mendatang. Selanjutnya, hal yang sama juga akan dilakukan di wilayah Jimbaran dan Denpasar, Bali. "Jika kondisi pulih, maka kami akan ekspansi buka cabang di NTB dan Jawa Timur," pungkasnya. (cr1)
• Sekolah Saat Pendemi Covid-19 Mesti Lebih Rajin Belajar
