NEWS ANALYSIS Mikhael Rajamuda Bataona: Kajian Komprehensif

PENGGABUNGAN Pulau Semau menjadi bagian dari wilayah administrasi Kota Kupang tentu punya tujuan untuk mendekatkan dan mempermudah pelayanan

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto NEWS ANALYSIS Mikhael Rajamuda Bataona: Kajian Komprehensif
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Mikhael Rajamuda Bataona

POS-KUPANG.COM - PENGGABUNGAN Pulau Semau menjadi bagian dari wilayah administrasi Kota Kupang tentu punya tujuan untuk mendekatkan dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT adalah upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Tetapi apakah telah mempertimbangkan hal lainnya?

Misalnya tentang apakah semua desa di Pulau Semau akan menjadi kelurahan? Jika benar demikian, maka tentu saja Pulau Semau akan kehilangan beberapa hal penting dan strategis.

DPRD Kota Kupang Berharap Pemprov NTT Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Semau

Pertama adalah soal anggaran. Di mana anggaran per desa sebesar Rp 1 miliar akan hilang. Kedua, otonomi desa akan hilang. Sebab kelurahan tidak memiliki otonomi sebagaimana aturan yang digariskan UU.

Hal berikutnya adalah akan ada ratusan perangkat desa yang kehilangan pekerjaan. Karena kelurahan akan mempergunakan tenaga PNS dari Pemerintah Kota Kupang.  Semua ini perlu dipertimbangkan.

Linus Tepis Keraguan Warga Semau Terima Dukungan Gabung Kota Kupang

Tetapi jika sudah dipertimbangkan dan telah disosialisasikan kepada masyarakat Pulau Semau maka hal tersebut baik adanya. Karena keputusan apapun seyogianya harus mendengar juga aspirasi dari masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTT boleh melakukan studi tentang kelayakan Pulau Semau menjadi bagian dari Kota Kupang. Tetapi studi tersebut harus bisa komprehensif.

Tidak boleh hanya dari aspek layak tidaknya secara administratif dan jarak tempuh misalnya. Perlu juga mengkaji dampak-dampak langsung akibat pengalihan status misalnya dari desa menjadi kelurahan. Dan juga dari aspek sosial dan budaya juga ekonomi.

Apabila semuanya itu sudah dikaji secara objektif dan disosialisasikan kepada warga Pulau Semau maka tidak menjadi masalah.

Saya kira rencana membangun pusat-pusat wisata baru di Pulau Semau dan rencana lainnya juga perlu memperhatikan aspek-aspek sosial budaya dan kearifan lokal di sana. Karena pembangunan apa pun wajib mempertimbangkan eksistensi dan peradaban manusia yang ada di setiap wilayah. (cr6)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved