Oknum Anggota Perguruan PSHT Pelaku Penikaman Omris Masih Dalam Pengejaran
korban tewas hingga saat ini masih buron. Usai menghabisi nyawa korban, pelaku langsung kabur membawa barang bukti sebilah pisau.
Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
Anggota Perguruan PSHT Pelaku Penikaman Omris Masih Dalam Pengejaran
POS-KUPANG.COM | SOE -- Apris Talan oknum Anggota Perguruan PSHT, pelaku penikaman Omris Selan anggota Perguruan Silat IKS yang menyebabkan korban tewas hingga saat ini masih buron.
Usai menghabisi nyawa korban, pelaku langsung kabur membawa barang bukti sebilah pisau.
Kapolres TTS, AKBP Ariasandy, SIK yang dikonfirmasi POS-KUPANG. COM, Senin (3/8/2020) melalui Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera mengatakan, sejak usai mendapat laporan kasus pembunuhan tersebut, pihaknya langsung menerjunkan anggota Buser guna memburu pelaku.
Hingga saat ini anggota Buser masih bergerak di lapangan guna menangkap pelaku.
"Pelaku masih dalam pengejaran kita. Usai menghabisi nyawa korban dengan sebilah pisau, pelaku dan saudaranya Ito Talan langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian," ungkap Hendricka.
Terkait motif kasus tersebut, Hendricka mengaku, masih dalam proses penyelidikan. Namun kuat dugaan, motif kasus tersebut merupakan dendam lama yang belum diselesaikan.
Pasalnya sebelum kasus penikaman tersebut, pelaku dan korban sempat terlibat perseturuan yang berujung pada pengrusakan rumah korban.
"Motifnya masih dalam penyelidikan kita. Saat ini kita fokus dalam pengejaran pelaku. Tapi kuat dugaan kasus ini terkait dendam lama," jelasnya.
Untuk cegah terjadi bentrok susulan dikatakan Hendricka, pihaknya akan menempatkan anggota di Desa Nifukani. Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk bisa menahan diri guna mencegah terjadinya bentrok susulan.
"Kita akan tempatkan Anggota di sekitar lokasi kejadian guna mencegah terjadinya bentrok susulan," pungkasnya.
Untuk diketahui, Omris Selan, warga Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat anggota IKS tewas usai dihujani tiga tikam menggunakan pisau oleh pelaku Apris Talan Anggota Perguruan PSHT.
Korban ditikam pada bagian perut, dada dan punggu hingga tewas.
Saksi mata, Adi Nomleni yang ditemui POS-KUPANG. COM, Senin (3/8/2020) di rumah duka menceritakan, Minggu (2/8/2020) sekitar pukul 14.00 Wita korban sedang duduk-duduk bersama teman-temannya termaksud saksi di deker di Desa Nifukani.
Tak lama kemudian, pelaku datang sendirian dalam keadaan mabuk menawar korban untuk duel.