Berhasil Tangkap Buronan Djoko Trandra, Boyamin Saiman Sebut: "Dia Layak Menjadi Kapolri"

Ketika kasus ini tengah menjadi trending topik di Indonesia, tiba-tiba Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo menangkap buronan itu lalu bawa ke Indonesia.

Editor: Frans Krowin
kompas.com
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, MAKI, Boyamin Saiman. 

Lantas apa kata Fadli Zon?

Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon, melalui cuitannya di Twitter, justeru mengapresiasi dengan asumsi yang berbeda.

"O ingin jadi Kapolri?" tulisnya dalam cuitan, Jumat (31/7/2020).

Selain Fadli Zon, Hendri Satrio, Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, juga mengungkapkan tanggapannya melalui Twitter.

"Mohon bisa dibedakan antara Prestasi dan Kewajiban! #Hensat," tulisnya, Jumat.

Seperti diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Kepolisian RI berhasil menangkap buronan pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, Kamis (30/7/2020) malam.

Dalam penangkapannya, Djoko Tjandra dijemput langsung oleh Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, dari Malaysia ke Indonesia.

Mengutip keterangan yang disampaikan Listyo Sigit Prabowo, penangkapan Djoko Tjandra atas instruksi langsung Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz.

Atas perintah itu, Kapolri Idham Aziz membentuk tim khusus yang dipimpin Listyo Sigit untuk menangkap Djoko Tjandra.

Ternyata Saat Membantu Djoko Tjandra, Prasetijo Utomo Terbitkan Surat Atas Nama Kabareskrim Polri

Harga Emas Naik Lagi, Sekarang Tembus Rp 1.028.000 Per Gram, Harianto: Investasi Emas Lebih Untung

Alasan Nia Ramadhani Takut Sentuh 2 Benda Milik Ardi Bakrie: Tiba-tiba Ingin Bilang Cerai Gimana?

KABARESKRIM POLRI -- Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan terkait pencopotan Brigjen Pol Prasetijo Utomo dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Polri, Kamis (16/7/2020), gara-gara terbitkan surat jalan bagi buronan Djoko Soegiharto Tjandra. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
KABARESKRIM POLRI -- Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan terkait pencopotan Brigjen Pol Prasetijo Utomo dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Polri, Kamis (16/7/2020), gara-gara terbitkan surat jalan bagi buronan Djoko Soegiharto Tjandra. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (Kompas.com)

Polri lantas mencari informasi tentang keberadaan Djoko Tjandra yang ternyata berada di Malaysia.

Setelah melakukan tindakan proses police to police (dengan kepolisian Diraja Malaysia), polisi dapat mengendus keberadaan Djoko Tjandra.

Begitu mendapat kepastian, Djoko Tjandra ada di Kuala Lumpur, Listyo Sigit berangkat dan menangkap buronan kelas kakap tersebut.

Ini Kronologi Penangkapannya

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkap keberhasilan memulangkan Djoko Tjandra atas kerjasama institusi Polri dengan Kepolisian Diraja Malaysia.

"Atas perintah Kapolri, Kapolri membentuk tim khusus secara intensif mencari keberadaan Djoko Tjandra. Dari pencarian, kami mendapati informasi yang bersangkutan ada di Malaysia," ujar Listyo, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2020).

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved