Ternyata Saat Membantu Djoko Tjandra, Prasetijo Utomo Terbitkan Surat Atas Nama Kabareskrim Polri
"Saat awal kami periksa, yang bersangkutan Prasetijo Utomo, mengelak. Tapi akhirnya mengakui bahwa menerbitkan surat untuk Djoko Tjandra."
Ternyata Saat Membantu Djoko Tjandra, Prasetijo Utomo Terbitkan Surat Atas Nama Kabareskrim Polri
POS-KUPANG.COM -- Kabareskrim Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo mengatakan hal yang mengejutkan tentang kelakukan Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo saat membantu pelarian Djoko Tjandra.
Ternyata saat membantu Djoko Tjandra ketika berada di Indonesia, baru-baru ini, Prasetijo Utomo yang menerbitkan surat untuk perjalanan sang buronan dari Jakarta-Kalimantan.
Prasetijo Utomo menerbitkan surat itu tanpa diketahui institusi. Bahkan surat perjalanan untuk Djoko Tjandra tersebut, ditandatangani atas nama Kabareskrim.
Dalam tayangan Kompas.TV Live, Sabtu (1/8/2020), Kabareskrim, Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan secara gamblang tentang peran Prasetijo Utomo dalam kasus pelarian buronan Djoko Tjandra itu.
Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, bahwa selama ini dirinya tidak tahu kalau teman seangkatan semasa Akpol tahun 1991, yakni Prasetijo Utomo turut membantu pelarian buronan Djoko Tjandra.
• Kapolri Idham Aziz Sebut: Djoko Tjandra Itu Orangnya Licik, Selalu Berpindah-Pindah Tempat
• Buronan Djoko Tjandra dan Anak Buahnya Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo Sama-Sama Tempati Rutan Salemba
• Buronan Djoko Tjandra Dijebloskan Ke Rutan Salemba Sejak Jumat Malam, Begini Aktivitasnya!
Olehnya, kata Listyo, ketika tersiar kabar bahwa Prasetijo Utomo terbitkan surat untuk perjalanan Djoko Tjandra Jakarta - Kalimantan, pihaknya lantas melakukan pemeriksaan.
"Saat awalnya kami periksa, yang bersangkutan Prasetijo Utomo, mengelak. Tapi akhirnya diakui bahwa telah menerbitkan surat n Djoko Tjandra," ungkap Listyo Sigit Prabowo.
Dalam surat tersebut, kata Listyo, Prasetijo Utomo membubuhkan tanda tangan atas nama Kabareskrim. Sementara surat itu tidak diketahui sama sekali.
"Jadi surat perjalanan untuk buronan Djoko Tjandra itu ditandatangani atas nama Kabaraskrim. Sementara saya tidak tahu hal itu," ujar Listyo.
Dengan demikian, katanya, surat itu palsu. Proses penerbitannya dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan atasan.
"Semua itu sudah diakui sehingga kami melakukan penahanan untuk pemeriksaan," tandas Listyo.
Mengenai aliran dana dari Djoko Tjandra, Listyo Sigit Prabowo mengatakan, polisi akan menyelidikinya. Penanganannya pun akan dilakukan sampai tuntas dan transparan.
Tentang Djoko Tjandra di Rutan Salemba Mabes Polri, Kabareskrim mengatakan, penahanan itu untuk memudahkan pemeriksaan.
Namun selama ditahan di Rutan Salemba, kata Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo, Djoko Tjandra tidak satu kamar dengan Prasetijo Utomo.