Internasional

Tak Terapkan Physical Distancing, Ketua Gereja Shincheonji Ditangkap

Ketua sekaligus pendiri Gereja Shincheonji Korea Selatan ditangkap pada Sabtu (1/8/2020), atas tuduhan menghambat pemerintah mencegah penyebaran Covid

YONHAP/KIM JU-SUNG via AP
Foto tertanggal 2 Maret 2020 menampilkan wajah ketua sekaligus pendiri Gereja Shincheonji, Lee Man-hee, saat menghadiri konferensi pers di Gapyeong, Korea Selatan. 

POS-KUPANG.COM - Ketua sekaligus pendiri Gereja Shincheonji Korea Selatan ditangkap pada Sabtu (1/8/2020), atas tuduhan menghambat pemerintah mencegah penyebaran virus Corona.

Ketua Lee Man Hee (88) adalah pimpinan Gereja Shincheonji Yesus, yang jemaatnya menganut aliran keagamaan tersendiri.

AFP memberitakan, orang-orang yang terkait dengan Gereja itu menyumbang lebih dari setengah kasus Covid-19 Korsel pada Februari dan Maret.

Saat itu "Negeri Ginseng" menjadi salah satu negara dengan kasus terbanyak di dunia, yakni di peringkat dua di bawah China.

Hingga 19 Juli lebih dari 5.200 warga Korsel yang terkait dengan Shincheonji terinfeksi Covid-19.

Jumlah tersebut adalah 38 persen dari semua kasus yang dikonfirmasi di negara itu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC).

Lee dituduh memberikan catatan yang tidak akurat tentang kegiatan Gereja dan daftar palsu anggotanya, kepada otoritas kesehatan Korea Selatan.

Pasukan Hizbullah Lakukan Serangan, Israel Mulai Ciut, Mantan Perwira Tinggi Khawatir

Intip Apartemen Mewah Tempat Persembunyian Terakhir Djoko Tjandra di Jantung Kota Kuala Lumpur

Lee Man-hee, pendiri <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/gereja' title='Gereja'>Gereja</a> <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/shincheonji' title='Shincheonji'>Shincheonji</a> Yesus, berlutut minta maaf saat konferensi pers di Gapyeong, <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/korea' title='Korea'>Korea</a> Selatan, Senin (2/3/2020). Lee dijerat pasal pembunuhan karena <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/gereja' title='Gereja'>Gereja</a> <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/shincheonji' title='Shincheonji'>Shincheonji</a> berkontribusi di lebih dari separuh 4.000 kasus infeksi virus corona yang melanda <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/korea' title='Korea'>Korea</a> Selatan.

Lee Man-hee, pendiri <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/gereja' title='Gereja'>Gereja</a> <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/shincheonji' title='Shincheonji'>Shincheonji</a> Yesus, berlutut sebagai tanda permintaan maaf dalam konferensi pers yang digelar di Gapyeong, <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/korea' title='Korea'>Korea</a> Selatan, pada 2 Maret 2020. Dia melakukannya setelah jemaat gerejanya dianggap bertanggung jawab atas maraknya virus corona di <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/korea' title='Korea'>Korea</a> Selatan.
Lee Man-hee, pendiri Gereja Shincheonji Yesus, berlutut sebagai tanda permintaan maaf dalam konferensi pers yang digelar di Gapyeong, Korea Selatan, pada 2 Maret 2020. Dia melakukannya setelah jemaat Gerejanya dianggap bertanggung jawab atas maraknya virus Corona di Korea Selatan.(YONHAP via REUTERS)

Dia ditahan pada Sabtu pagi, "setelah Pengadilan distrik Suwon memberikan surat perintah penangkapan pada pukul 1.20 pagi," kata juru bicara pengadilan kepada kantor berita AFP.

Halaman
1234
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved