Ketua Komisi V DPRD NTT Tinjau Kesiapan Pembangunan USB SMA Negeri Wolomeze di Ngada

Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa turun ke Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana kunker di Wolomeze Kabupaten Ngada, Jumat (31/7/2020) 

Namun demikian dalam mendirikan sekolah tentu harus memenuhi persyaratan-persyaratan teknis.

Mathias memberi apresiasi pada masyarakat di Wolomeze yang dapat menyikapi kebutuhannya dengan menyampaikan aspirasi melalui wakil-wakilnya yang ada di lembaga DPRD.

Karena ini kewenangan propinsi, tentu saja masyarakat sudah menyampaikan aspirasi itu kepada wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi.

Kalau legislatif kita itu ibarat kendaran mewah, kata Mathias menganalogikan, maka kita wajib menyiapkan jalan yang mulus sehingga daya dorong aspirasi itu tidak tersendat-sendat.

Yang dimaksudkan Mathias adalah masyarakat perlu menyiapkan persyaratan teknis dalam memuluskan pembangunan USB SMA Negeri di Wolomeze.

Sehingga aspirasi kita yang dibawa oleh para wakil rakyat juga mulus karena persyaratan terpenuhi. Mathias mencontohkan salah satu USB negeri di Ngada sampai saat ini belum mendapat ijin operasional, karena belum juga memenuhi persyaratan yang ditentukan.

"Karena itu, kita perlu jaga para wakil rakyat kita dengan memenuhi ketentuan pendirian, sehingga mereka berjuang itu mulus," kata Mathias.

Ada beberapa USB Negeri yang diajukan untuk didirikan di Ngada. Namun, menurut Mathias ada juga yang belum dapat ijin operasional karena tersandung persyaratan. Kadang masyarakat mau mendirikan menurut keinginan mareka, sehingga tidak heran kalau ditolak.

Ditolak bukan karena pemerintah tidak mau penuhi permintaan, tetapi masyarakat belum paham bahwa mendirikan USB harus penuhi dulu persyaratannya. Ini untuk keberlanjutan sekolah ke depan. Karena mendirikan sekolah bukan hanya untuk satu dua tahun.

Di hadapan anggota dewan, panitia pembangunan USB dan para tokoh masyarakat, Mathias minta agar persyaratan yang sudah dikirim itu segera diurus, sehingga proses selanjutnya mulus.

Kalau ada kesulitan, janji Mathias, dirinya siap membantu pantia dalam menyiapkan dokumen yang diperlukan, hingga dirinya merekomendasikan dokumen tersebut untuk dibawa lagi ke provinsi.

Memanfaatkan kunjungan kedua anggota DPRD NTT itu, masyarakat dan para tokoh juga menyampaikan beberapa aspirasi antara lain terkait dengan jaringan pengaman sosial sebagai dampak bencana non alam Covid 19, tunjangan untuk guru, tenaga kesehatan, sertifikasi guru dan beberapa aspirasi lainnya. Yunus dan Patris berjanji akan mengartikulasikannya di lembaga dewan.

Pada kesempatan tersebut, Patris Lali Wolo menyerahkan bantuan uang Rp 5 juta untuk Panitia Pembangunan USB SMAN Wolomeze. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved