Harga Emas Tembus Rp 1.013.000 Per Gram, Ada Kemungkinan Naik Lagi, Anda Jual Atau Beli?
Saat ini, jumlah nasabah yang menggadaikan emas meningkat. Tapi fenomena ini juga menimbulkan banyaknya masyarakat yang memilih menabung emas.
Harga Emas Tembus Rp 1.013.000 Per Gram, Ada Kemungkinan Naik Lagi, Anda Jual Atau Beli?
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Saat ini, harga emas benar- benar mencapai kisaran tertinggi. Setidaknya itu terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pada Rabu (29/7/2020) hari ini, misalnya, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk berada di angka Rp 1.013.000 per gram.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Harianto Widodo mengakui adanya fenomena peningkatan jumlah nasabah yang menggadaikan emas belakangan ini.
Namun menurut dia, peningkatan nasabah yang menggadaikan emasnya tak semata-mata karena pelonjakan harga emas saja.
"Bahwa benar banyak nasabah yang gadai itu karena memang setelah Lebaran kemarin ada tren nasabah ingin gadai kembali. Kenaikan pertumbuhan nasabah sebulan terakhir itu satu persen sekian, tapi nominal oustanding-nya sampai 3 persen," ujar Harianto Widodo dalam konferensi pers virtual , Rabu (29/7/2020).
Harianto menjelaskan, kenaikan harga tersebut berpengaruh terhadap taksiran harga emas yang akan digadaikannya.
Artinya, dengan harga emas naik, maka nasabah akan mendapat plafon pinjaman yang lebih besar.
• Rocky Gerung Tak Terkejut Corona Indonesia Tembus 100 Ribu, Sahabat Said Didu Ungkap Alasannya
• Ingin Miliki Jimat Seperti Presiden Soekarno, Mazlan Idris Malah Dibunuh Lalu Dimutilasi, Tragis!
• Karakter dan Fitur Baru Game Free Fire, Update 3Volution, Apa Aja? Simak

"Jadi ini peluang untuk menaikan pinjaman," kata Harianto.
Selain jumlah nasabah yang menggadaikan emas meningkat, fenomena ini juga menimbulkan banyaknya masyarakat yang memilih tabungan emas.
Kendati begitu, di Juli 2020 ini, lanjut Harianto, masih banyak nasabah yang menjual emasnya ketimbang membuka tabungan emas.
"Di pertengahan bulan Juni kemarin, itu kita lihat antara yang beli sama yang jual itu lebih banyak yang jual, tapi data belum bisa saya sampaikan saat ini," kata dia.
Sebelumnya, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Rabu (29/7/2020) berada di angka Rp 1.013.000 per gram.
Angka tersebut turun Rp 9.000 jika dibandingkan dengan harga emas pada Selasa (28/7/2020) kemarin.
Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut berada di harga Rp 910.000.
Berikut rincian harga emas
Antam: 0,5 gram Rp 536.500
1 gram Rp 1.013.000
2 gram Rp 1.966.000
3 gram Rp 2.924.000
5 gram Rp 4.845.000
10 gram Rp 9.625.000
25 gram Rp 23.937.000
50 gram Rp 47.795.000
100 gram Rp 95.512.000
250 gram Rp 238.515.000
500 gram Rp 476.820.000
1.000 gram Rp 953.600.000
Peningkatan harga emas saat ini diperkirakan akan terus berlanjut.
Pasalnya, sentimen global yang terjadi belakangan ini, membuat investor memilih emas sebagai instrumen investasi yang lebih aman (safe haven).
Harga emas berjangka di global pada akhir perdagangan Selasa (29/7/2020), mencapai rekor tertinggi.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik 13,6 dolar AS, atau 0,7 persen menjadi 1.944,6 dollar AS per ons.
Di Indonesia, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk juga mencapai rekor tertinggi yakni Rp 1.022.000 per gram pada Selasa (28/7/2020).
Hari ini, Rabu (29/7/2020), harga emas Antam dipatok Rp 1.013.000 per gram.
• TERKUAK! Dulu Nagita Slavina Tak Mau Umbar Asmara dengan Artis, Tolak Raffi Ahmad Berkali-Kali
• Jadikan Timor Leste Sebagai Negara Tujuan Utama Ekspor NTT
• Tiga Partai Politik Ini Usung Artis, Syahrul Gunawan Maju di Bandung, Demokrat, NasDem dan PKB

Berpotensi Naik Lagi
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas masih punya potensi untuk naik.
Harga emas Antam akan naik jadi Rp 1.070.000 per gram pada pekan pertama Agustus 2020.
Begitu pula dengan harga emas berjangka pada pekan pertama Agustus 2020 yang diperkirakan naik ke level 1.944,6 dollar AS per ons.
"Paket stimulus AS senilai 1 triliun dollar AS kemungkinan diumumkan hari Jumat atau Sabtu, dan baru akan berdampak di perdagangan pada hari Senin atau Selasa di minggu pertama Agustus," jelas Ibrahim kepada Kompas.com, Rabu (29/7/2020).
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump memang berencana menerbitkan paket stimulus senilai 1 triliun dollar AS untuk meredam dampak virus corona ke perekonomian AS.
Pemerintah negara ini melaporkan sudah ada lebih dari 4 juta kasus Covid-19.
Pandemi membuat jumlah pengangguran AS terus meningkat, dan kini parlemen AS tengah menggodok rencana perpanjangan tunjangan pengganguran yang akan berakhir 31 Juli 2020.
"Pada pekan ini Bank Sentral AS (The Fed) juga akan kembali membahas suku bunga, yang bisa saja mempertahankan atau malah menurunkan suku bunga ke negatif," kata dia.
Gejolak ekonomi di AS memang sangat mempengaruhi keputusan investor global memilih instrumen untuk menanamkan dananya.
Maklum, AS merupakan negara dengan perekonomian terbesar di dunia yakni menyumbang 20 persen dari ekonomi global.
Selain kondisi ekonomi domestik AS, tren kenaikan harga emas juga dipicu persoalan lain yang berkaitan dengan China. Hubungan China dengan AS tengah memanas, keduanya saling menutup konsulat.
China menutup konsulat AS di Chengdu, sebagai upaya balas dendam atas ditutupnya konsulat China oleh AS di Houston, Texas.
Sementara alasan penutupan dari AS adalah tuduhan pencurian properti intelektual oleh China, yang terjadi sehari setelah Departemen Kehakiman mendakwa 2 warga China atas tuduhan meretas ratusan perusahaan, dan berusaha mencuri data penelitian vaksin Covid-19.
Tak cukup itu, persoalan ekonomi di AS juga turut mempengaruhi.
Maklum, AS merupakan negara dengan perekonomian terbesar di dunia yakni menyumbang 20 persen pada ekonomi global.
Saat ini, ekonomi AS kian terpukul ketika kasus Covid-19 terus melonjak hingga lebih dari 4 juta kasus.
• Ruben Onsu Berdoa Tuhan Yesus Punya Rencana Sambil Genggam Tangan El Ibnu yang Menangis
• Idul Adha di Sikka Sembelih 128 Ekor Sapi dan 62 Ekor Kambing
• Kabar Gembira, Pasien Positif Corona di Lembata Dinyatakan Sembuh

Angka pengangguran di Negeri Paman Sam pun terus meningkat, dan kini parlemen AS tengah menggodok rencana perpanjangan tunjangan pengganguran yang akan berakhir 31 Juli 2020 mendatang.
"Kemudian, pekan ini Bank Sentral AS (The Fed) akan kembali membahas suku bunga, yang bisa saja mempertahankan atau malah menurunkan suku bunga ke negatif," ungkap Ibrahim.
Kondisi-kondisi global tersebut pada akhirnya memicu ketidakpastian ekonomi.
Alhasil, para investor lebih memilih untuk menaruh dananya pada produk investasi yang lebih aman (safe haven), yakni ke instrumen emas.
Pada akhirnya, tingginya permintaan akan investasi di emas membuat harga emas global terkerek, yang juga berimbas pada peningkatan harga emas Antam di Indonesia.
"Kondisi-kondisi itu memberi pengaruh ke masyarakat untuk beralih, bukan lagi ke obligasi dan saham tapi ke emas sebagai safe haven. Sehingga wajar kalau harga emas Antam kini melonjak ke Rp 1 juta-an," pungkas Ibrahim. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Penyebab Harga Emas Melonjak Tinggi", https://money.kompas.com/read/2020/07/28/152200126/ini-pen yebab-harga-emas-melonjak-tinggi?page=all#page2
Akses Kompas.com lebih cepat dan mudah melalui aplikasi
Google Play: https://bit.ly/3g85pkA
Apple App Store: https://apple.co/3hXWJ0L