Kanwil DJPb NTT Virtual Press Release, Beberkan Data Realisasi APBN Semester I Tahun 2020

Kanwil DJPb NTT menyelenggarakan Virtual Press Release tentang Kinerja APBN Provinsi NTT Semester I Tahun 2020

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Lydia Kurniawati Chrisyana selaku Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, sekaligus Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi NTT 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nusa Tenggara Timur ( Kanwil DJPb NTT) menyelenggarakan Virtual Press Release tentang Kinerja APBN Provinsi NTT Semester I Tahun 2020, Kamis (23/7/2020).

Pada kesempatan tersebut, Lydia Kurniawati Chrisyana selaku Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, sekaligus Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi NTT memaparkan sejumlah data mengenai realisasi APBN di Semester I Tahun 2020 ini.

Lydia mengungkapkan, pandemi Covid-19 berdampak nyata dan mengubah arah perekonomian Indonesia, khususnya NTT. Kondisi itu tak lain menuju pada perlemahan ekonomi; pelemahan dengan risiko ketidakpastian sangat tinggi.

Lapor Gidion Mbilijora ke Polisi - DPD II Partai Golkar Sudah Koordinasi dengan DPD I dan DPP

Bahkan, pendapatan domestik mengalami tekanan pada semester I 2020. Pandemi Covid-18 tak hanya menyebabkan masalah kesehatan, namun juga masalah sosial, ekonomi, dan keuangan.

Hal itu terlihat dimana anhka kemiskinan pada Maret 2020 mencapai 9,78 persen. Namun, ia mengakui adanya respon cepat dan luar biasa dari pemerintah dalam menghadapi pandemi, dimana dikeluarkannya UU No 2 Tahun 2020 serta perubahan postur APBN melalui Perpres 54 Tahun 2020 dan kemudian Perpres 72 Tahun 2020 sebagai kebijakan countercyclical untuk menghadapi pandemi.

Dilaporkan Partai Golkar Sumba Timur ke Polisi, Begini Tanggapan Gidion Mbilijora

Kinerja fiskal dari sisi perpajakan diakuinya masih melambat akibat PSBB, tapi membaik di sektor tertentu.

Setelah adanya pelonggaran PSBB dan membaiknya perdagangan internasional mendorong kinerja perpajakan.

Secara riil, terlihat adanya perbaikan konsumsi masyarakat meski masih melemah. Sektor riil pun mulai membaik terutama di bidang konstruksi. Produksi dalam negeri mulai tumbuh dan degup ekonomi naik. Namun, perlu dilihat lagi sustainabilitasnya.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua sampai semester I secara nasional mengalami pertumbuhan negatif yakni 4,3 persen. Nah, pada triwulan I 2020 ekonomi NTT mengalami kontraksi terdalam dalam lima tahun terakhir yakni mencapai -7,62 persen quarter-to-quarter (q-to-q) dan 2,84 year-to-year (y-o-y)," katanya.

Kemiskinan di NTTmeningkat, kata Lydia, dimana jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 meningkat 24,3 ribu orang terhadap September 2019. Pada Juni 2020 pun NTT mengalami deflasi sebesar 0,02 persen. Bahkan, sejak Maret 2020, pertumbuhan kredit cenderung menurun khususnya pada kredit non-UMKM.

Meski demikian, Lydia menjelaskan bahwa kontribusi belanja pemerintah dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) cukup besar bagi perekonomian NTT, dimana konsumsi pemerintah 28 % dan PMTB 40%.

Ketika melihat sektor perekonomian NTT dengan menganalisa location quetion, ada tiga sektor unggulan NTT, yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan; administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jamsos wajib; serta jasa pendidikan.

Selanjutnya, Lydia pun membeberkan sejumlah data realisasi APBN di NTT hingga Juni 2020, dimana realisasi pendapatan mengalami penurunan sebesar -2,6 persen dibandingkan periode tahun 2019 karena turunnya aktivitas ekonomi dampak pandemi Covid-19.

Namun, realisasi belanja naik dibandingkan periode tahun 2019 yakni sebesar 1,7 persen, sebagai upaya percepatan belanja negara guna mendorong perekonomian.

Kemudian, realisasi total penyaluran kredit program baik Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMi) di NTT hingga Juni 2020 mengalami penurunan sebesar -26 persen.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved