Budi Arie, Relawan Pilpres Jadi Wakil Menteri: Saya Ini Anak Kota Diminta Ngurus Desa

WABAH Covid-19 ikut mempengaruhi program kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ( Kemendestrans)

Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Budi Arie Setiadi. 

Saya tinggal di desa itu ketika umur 3-5 tahun. Di kampung nenek saya, Grobogan, Jawa Tengah. Sekarang saya merasa senang ketika datang ke desa. Luar biasa, ternyata desa itu bisa membuat orang gampang jatuh cinta.

Apakah Anda merasa klop dan punya chemistry dengan Halim Iskandar sebagai Mendestrans?

Okelah, kan semuanya untuk negara, bangsa, rakyat. Pak menterinya orang desa (berasal dari Jombang, Jawa Timur), wakilnya orangkota (tumbuh besar di Jakarta).

Saya sudah bilang kepada Pak Menteri, Pak Sekjen, dan kawan-kawan di Kemendestrans, tolong saya dikasih data mengenai kinerja kementerian. Tujuannya, kalau saya ngomong datanya sama.

Sampai sekarang nggak ada lho Pak Menteri ngomong A sedangsaya ngomong B. Paling tidak dari sudut data kami satu. Manakala ada dinamika, ya biasa, dimana-mana juga begitu.

Apa pengaruh pandemi Covid-19 terhadap kegiatan Anda?

Yang pasti perubahan cara kerja, termasukdalam mengeksekusi banyak hal. Sebelum pemerintah memberlakukanwork from home(WFH), saya habis dari Sulawesi Utara. Saya juga sudah janji berkunjung ke empat daerah, ya sudah tiba-tiba batal semua.

Pada saat WFH saya banyak mendapat undangan mengisi webinar. Setiap hari ada satu-dua acara webinar, bahkan ada sehari tiga kali. Yang penting kita tetap bisa berkomunikasi dan bersosialisasi, menyampaikan gagasan-gagasan, termasuk semua dilakukan menggunakan bantuan teknologi digital. (dennis)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved