Terjebak Prostitusi Online
Saat Digerebek Polisi, Artis Hana Hanifah Diduga Dalam Keadaan Telanjang Bersama Pengusaha Medan
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko menyebutkan HH merupakan artis Hana Hanifah yang dikirimi uang Rp 20 juta ke rekeningnya oleh pengusaha A
Saat Digerebek Polisi, Artis Hana Hanifah Diduga Dalam Keadaan Telanjang Bersama Pengusaha Medan
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Belum pudar dari ingatan kasus Vanesa Angel yang terjerat kasus prostitusi online, kini muncul lagi kasus baru yang menjerat artis ibukota berinisial HH.
Saat digerebek polisi di sebuah kamar di Hotel Berbintang di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (12/7/2020), HH yang disebut-sebut sebagai Hana Hanifah dan pengusaha Medan itu dalam keadaan telanjang.
Rupanya, sang artis ibukota itu sudah dibayar Rp 20 juta oleh oknum pengusaha itu dan uangnya telah ditransfer langsung ke rekening sang artis.
Kuat dugaan, HH terlibat dalam kasus prostitusi online artis.
Terungkapnya tarif HH itu, disampaikan langsung oleh pihak kepolisian Polrestabes Medan.
Polisi menyebut HH merupakan artis ibukota, telah dibayar Rp 20 juta oleh pengusaha Medan yang berinisial A.
Sebelumnya disebutkan bahwa pria yang mem-booking artis HH adalah yang berinisial R.
Belakangan diketahui bahwa R merupakan sosok yang diduga sebagai muncikari. Saat ini, R pun telah diamankan kepolisian.
• Bareskrim Hentikan Pemeriksaan Maria Pauline Lumowa, Tersangka Pembobol Bank BNI Rp 1,7 Triliun
• Dinilai Tidak Produktif, Presiden Jokowi Berencana Membubarkan 18 Lembaga Pemerintahan, Loh Kenapa?
• Kodim 1618 TTU dan Perguruan Silat Kera Sakti Gelar Olahraga Bersama
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko menyebutkan HH merupakan artis Hana Hanifah yang telah dikirimi uang ke rekeningnya senilai Rp 20 juta oleh pengusaha A.
"HH sudah dibayar Rp 20 juta oleh A, dan sudah ditransfer ke rekeningnya," kata Senin (13/7/2020) malam.
Ditanya mengenai apakah jumlah tersebut sudah keseluruhan atau hanya uang muka, Riko menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan penyidikan.
"Sedang kita dalami masuk materi penyidikan. Nanti kita sampaikan kalau sudah jelas, enggak bisa disampaikan sekarang," tuturnya.
Ia menyebutkan untuk saksi R bertugas menjemput Hana Hanifah dari bandara.
"Kita masih selidiki apa peran dari R," ungkapnya.
Riko Sunarko mengungkapkan, berdasarkan hasil pengakuan Hana Hanifah, awalnya Hana Hanifah yang menghubungi muncikari yang ada di Jakarta.
"Yang bersangkutan pengakuan awalnya langsung berkomunikasi dengan temannya yang ada di Jakarta," tutur Riko.
Selanjutnya, muncikari tersebut menghubungi kaki tangannya di Medan untuk mencarikan klien yang mau menggunakan jasa Hana Hanifah.
Setelah deal, kemudian Hana Hanifah langsung diterbangkan dari Jakarta menuju Medan.
"Kemudian rekannya yang ada di Jakarta, komunikasi dengan rekannya yang ada di Medan. Kemudian yang bersangkutan dijemput di bandara," tuturnya.
Lalu keduanya bertemu di sebuah hotel, hingga akhirnya personel Satreskrim Polrestabes Medan menangkap Hana Hanifah bersama pria A (bukan R seperti diberitakan sebelumnya) yang menggunakan jasanya.

Turut diamankan R (30) warga Medan yang merupakan kaki tangan muncikari di Jakarta.
Riko juga menyebutkan ketiganya masih berstatus saksi dalam kasus ini.
"Jadi hari ini ada tiga orang saksi yang kita periksa, dan statusnya masih saksi," ungkapnya di Mapolrestabes Medan, Senin (13/7/2020).
Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing membeberkan satu orang saksi yang turut diperiksa, adalah muncikari.
"Satu lagi saksinya ya muncikarinya inisialnya R seorang laki-laki umurnya sekitar 30 tahun warga kota Medan, tugasnya untuk menjemput HH dari bandara," jelasnya.
Namun, Martuasah Tobing menyebutkan bahwa R merupakan suruhan bos germo yang saat ini diduga tinggal di ibu kota Jakarta.
"Dia itu pesuruh atau kaki tangannya dari muncikari, Selanjutnya kita akan kembangkan dan kita duga bos muncikari adalah orang Jakarta," ungkapnya.
Untuk penetapan tersangka selanjutnya, Martuasah menyebutkan hal tersebut tergantung hasil dari gelar perkara.
"Ketiganya sama-sama kita periksa dari tadi malam, terkait penetapan tersangka itu nanti yang pasti dini hari kepastiannya," sebutnya.
Riko menyebutkan bahwa yang bersangkutan diperiksa sejak tengah malam hingga subuh.
"Jadi setelah penindakan pukul 23.30 WIB, kita melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan secara maraton sampai pagi menjelang subuh."
"Karena yang bersangkutan capek, kemudian istirahat, kemudian kita lanjutkan pemeriksaan," ungkapnya saat diwawancarai, Senin (13/7/2020).
• Bangunan Puskesmas Siso Rusak Berat, Tunggu Waktu untuk Ambruk, Yusuf Persilakan Penegak Hukum Lidik
• Pengunjung di Puncak Wolobobo Bandel, Ada yang Tak Pakai Masker
• Korupsi Landscape Kantor Bupati TTS, Juarin Banding, Astaga Putusannya Lebih Berat, Berapa Tahun?
Dari pemeriksaan tersebut, Riko menyebutkan terkuak pengakuan sang wanita bahwa dirinya adalah selebgram.
"Pada saat pemeriksaan tersebut dia mengakui bahwa adalah artis dari FTV kemudian selebgram dan model," ungkapnya.
"Kemudian sore hari ini kita laksanakan tes kesehatan setelah kemarin kita amankan dan untuk sore hari ini kita tes kesehatan dan tes Covid-19," sebut Riko.
Saat digiring dari ruangan Satreskrim Polrestabes Medan, Hana Hanifah tampak menutupi wajahnya dengan jaket saat hendak memasuki mobil dan dibawa ke RS Bhayangkara Medan.
Ia tak berkomentar sedikitpun saat akan memasuki mobil.
Selain itu, Kombes Riko menyebutkan, saat penggerebekan, artis Hana Hanifah dan pria A yang bersamanya di kamar hotel dalam keadaan telanjang.
"Jadi yang bersangkutan (HH) sedang tidak memakai busana, keduanya-duanya," tuturnya.
Selain itu, petugas menemukan satu kotak alat kontrasepsi.
"Yang kita amankan ada satu kotak alat kontrasepsi dan kemudian ada dua HP dan kartu ATM, uang tidak ada," bebernya.
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin belum berani melakukan penyidikan terkait kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis HH.
"Nanti kita akan tunggu gelar perkara dari Polrestabes Medan karena sebelum digelar kita belum berani melakukan langkah-langkah penyidikan," ungkapnya.
Martuani menyebutkan kasus dugaan prostitusi online akan dilanjutkan menuju penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara.
"Berkaitan dengan penanganan kasus dugaan prostitusi online, ini sedang ditangani oleh Polrestabes Medan, dan akan digelar dan akan didalami bukti-bukti yang dimiliki oleh penyidik," tuturnya.
Martuani menjelaskan bahwa kasus ini akan dilanjutkan apabila penyidik Polrestabes Medan merasa yakin ada unsur tindak pidana di dalamnya.
"Nanti kita tunggu hasil gelar perkara yang telah ditemukan Polrestabes Medan. Hal pertama yaitu, setelah digelar"
"apakah penyidik merasa yakin bahwa telah terjadi tindak pidananya dan untuk penyidikan berikutnya," ungkapnya.
Bekas Kapolda Papua ini menyebutkan dirinya tidak akan mengintervensi jalannya penyidikan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polrestabes Medan.
"Sebagai Kapolda Sumut tidak akan mengintervensi jalannya penyidikan karena dalam hal ini bersifat independen," tuturnya.
• Hasil Liga Italia - Sempat Tertinggal Saat Hadapi Torino, Inter Milan Balas 3 Gol di Babak Kedua
• Hasil Liga Spanyol - Menang Tipis Atas Granada, Real Madrid Selangkah Menuju Juara
• Pemuda Ngada Gratiskan Pangkas Rambut Selama Sehari

Kata Keluarga Hana
Terpisah, Maci Ahmad, kuasa hukum yang menangani kasus Hana Hanifah, menegaskan bahwa sosok HH yang berada di Polrestabes Medan, adalah kliennya.
"Saya adalah kuasa hukum HH di kasus yang ada di Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan. Jadi HH yang ada di Medan, adalah klien saya yang di kasus sebelumnya," kata Maci Ahmad.
"Cuma, untuk kasus yang ini (dugaan prostitusi), saya belum menandatangani kuasa. Jadi, status saya untuk saat ini adalah rekan atau partnernya," tambahnya.
Maci mengatakan, kalau ia bersama dengan keluarga dan manajer akan berangkat ke Medan, Selasa (14/7/2020).
"Besok kami akan terbang ke Medan untuk mengecek semuanya," ucapnya.
Namun, Maci Ahmad bersama dengan keluarga dan manajer Hana Hanifah belum bisa berbicara banyak seputar kasus dugaan prostitusi di Medan.
Pasalnya, hingga kini pihaknya belum bisa menghubungi Hana Hanifah.
"Cuma kami percaya dengan Polrestabes Medan yang menangani kasus ini," ujar Maci Ahmad. (*)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Dibayar Rp 20 Juta, Hana Hanifah dan Pengusaha Medan Telanjang saat Digerebek, Ada Alat Kontrasepsi, https://wartakota.tribunnews.com/2020/07/14/dibayar-rp-20-juta-hana-hanifah-dan-pengusaha-medan-telanjang-saat-digerebek-ada-alat-kontrasepsi?page=all