Breaking News:

Dinilai Tidak Produktif, Presiden Jokowi Berencana Membubarkan 18 Lembaga Pemerintahan, Loh Kenapa?

Menurut Presiden Jokowi, penghapusan lembaga itu dilakukan untuk mengurangi beban anggaran negara di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Youtube/kompas tv
Presiden Jokowi 

Dinilai Tidak Produktif, Presiden Joko Widodo Berencana Membubarkan 18 Lembaga Pemerintahan

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo akan merampingkan lembaga pemerintahan yang dinakhodainya.

Bila tak ada rintangan, maka perampingan dan atau pembubaran lembaga itu, akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Terbetik kabar, sebanyak 18 lembaga pemerintahan akan segera dibubarkan. Hanya saja, Presiden Jokowi belum merincikan daftar lembaga yang akan dihapus tersebut.

"Dalam waktu dekat ini ada 18," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/7/2020) sebagaimana dikutip Tribunnews.com.

Menurut Presiden Jokowi, penghapusan lembaga itu dilakukan untuk mengurangi beban anggaran negara di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Sambut Tahun Ajaran Baru, Pegadaian Beri Program TAS Baru 2020

Dirut LPDB-KUMKM Kunjungi KSP Kopdit Obor Mas Maumere

Bupati Sikka Robby Idong : Siswa Masih Belajar dari Rumah

Dengan begitu, biaya yang semula dihabiskan untuk lembaga yang tidak produktif itu dapat dialihkan untuk hal yang lebih penting.

Meski demikian, fungsi dan wewenang yang semula dikerjakan oleh lembaga itu akan diserahkan kepada kementerian terkait.

"Semakin bisa kita kembalikan anggaran, biaya. Kalau pun bisa kembalikan ke menteri kementerian, ke Dirjen, Direktorat, Direktur, kenapa kita harus pakai badan-badan itu lagi, ke komisi-komisi itu lagi," kata dia.

Presiden Jokowi berharap dengan semakin rampingnya pemerintahan, akselerasi dalam bekerja semakin cepat.

Halaman
1234
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved