Di TTS KBM Tatap Muka Mulai 20 Juli
KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS Edison Sipa mengatakan KBM tahun ajaran baru mulai efektif tanggal 20 Juli
POS-KUPANG.COM - KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan ( Kabupaten TTS), Edison Sipa mengatakan, kegiatan belajar mengajar ( KBM) tahun ajaran baru berlangsung tatap muka, mulai efektif tanggal 20 Juli.
Proses KBM berlangsung selama 180 menit dalam sehari. Untuk menjaga jarak posisi duduk, dalam satu ruang kelas dibatasi hanya 20 orang.
"Kita sengaja batasi KBM 180 menit agar kelas yang lebih dari 20 orang bisa dibagi menjadi dua gelombang. Selain itu para guru bisa memiliki waktu jedah untuk beristirahat," jelas Sipa saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/7/2020).
• Manajemen PLN UIW NTT Audiens dengan Gubernur NTT Bahas Ketersediaan Listrik di NTT
Untuk tingkat SD, KBM tatap muka baru akan dilakukan pada 1 September. Hal ini sesuai dengan instruksi Mendikbud. Namun terhitung 13 Juli ini KBM dilakukan dengan metode belajar dari rumah. Sedangkan untuk PAUD, KBM akan berlangsung awal tahun 2021.
"Proses KBM dilakukan dari rumah ditunjang dengan program guru mengajar yang disiarkan oleh Radio Pemerintah Daerah (RPD)," ujarnya.
• Siswa Belajar Berkelompok dari Rumah, Pemda Tunggu Izin Mendikbud
Sipa juga mengatakan, terhitung sejak Senin (13/7), seluruh SMP mulai melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). MPLS berlangsung selama tiga, berakhir Rabu (15/7).
Pelaksanaan MPLS tetap menerapkan protokol kesehatan dan berlangsung di dalam ruangan. "Karena kita sudah zona hijau pelaksaan MPLS tetap kita lakukan namun tetap menerapkan protokol kesehatan," tandasnya.
SMP Negeri 3 SoE telah melaksanakan MPLS, diikuti 302 siswa baru. MPLS tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika MPLS dilakukan satu gelombang, saat ini dibagi menjadi tiga gelombang.
Selain itu, MPLS berlangsung hanya 20 menit. Kegiatan MPLS di luar ruangan seperti baris berbaris ditiadakan, diganti dengan pemberian materi kepada para siswa baru yang berlangsung di aula sekolah.
"Untuk MPLS kita bagi kedalam tiga gelombang masing-masing diikuti 100 peserta, 101 peserta dan 101 siswa peserta. Masing-masing gelombang hanya melakukan MPLS selama 20 menit diisi dengan pemberian materi yang berlangsung di aula sekolah," ujar Kepala SMP Negeri 3 SoE, Jemmy Bessie saat ditemui di ruang kerjanya.
Sebelum mengikuti MPLS, siswa baru diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan masker. Selanjutnya, siswa berbaris dengan jarak 1,5 meter untuk dilakukan pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun.
"MPLS dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Siswa baru SMP Negeri 3 SoE, Laura Gah Here (12) dan Elsada Banamtuan (12) mengaku sempat khawatir dengan pelaksanaan MPLS. Namun setelah mengetahui pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga keduanya merasa yakin aman.
"Tadi kami datang sudah pakai masker memang, cuci tangan lalu ukur suhu tubuh baru kita masuk ke aula guna mendengar materi. Habis MPLS, kami langsung mau pulang," ujar Laura dibenarkan Elsada. (din)