Breaking News:

Perayaan Hari Koperasi Tahun Ini Terasa Berbeda

Hari Koperasi yang jatuh pada tanggal 12 Juli, tahun ini terasa berbeda karena dirayakan secara virtual akibat pandemi Covid-19

Perayaan Hari Koperasi Tahun Ini Terasa Berbeda
POS-KUPANG.COM / INTAN NUKA
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi NTT Sylvia Peku Djawang saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di kantor Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi NTT, Jumat (10/7/2020)

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hari Koperasi yang jatuh pada tanggal 12 Juli, tahun ini dirayakan secara virtual karena pandemi Covid-19.

Imbauan untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan pun membuat rencana perayaan hari jadi Koperasi Indonesia oleh Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Provinsi NTT tersebut batal dilaksanakan di Kabupaten Alor.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Provinsi NTT, Sylvia Peku Djawang, mengungkapkan, meski tahun ini perayaan Hari Koperasi Nasional tidak dibuat dalam sebuah acara peringatan karena adanya pandemi Covid-19, namun semangat gotong royong dan makna gerakan koperasi tetap ada.

Sekilas, ia menjelaskan koperasi sangat cocok dan berkembang pesat di Indonesia karena didasarkan pada aspek kebersamaan dan gotong royong.

Ini Rencana BI Kpw NTT Menjadikan UMKM 4.0

Ia mengakui, pandemi Covid-19 saat ini memberi dampak bagi koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam. Salah satu hal yang menjadi imbas pandemi ialah ketiadaan rapat anggota tahunan (RAT) sebagai ruang penilaian kinerja koperasi karena larangan berkumpul dalam jumlah besar.

Meski demikian, metode lain tetap dilakukan semisal RAT virtual, mengirim evaluasi kinerja ke anggota, dan sebagainya.

Menurutnya, sejak awal tahun 2020 berdasarkan evaluasi dinas, belum ada koperasi yang mengalami kemacetan karena pandemi Covid-19.

Menghadapi hal tersebut, kata Sylvia, pihaknya memberikan penguatan, pembinaan, dan pelatihan kepada koperasi. Sedangkan, terkait dukungan pendanaan modal, pihaknya telah memberikan data koperasi terdampak kepada Bappeda dan Biro Keuangan Pemerintah Provinsi NTT.

Nikmati Ayam Geprek di Amaris Kupang Cuma Rp40 Ribu

"Kami selaku dinas teknis dan perangkat gubernur, tentunya gubernur sangat menaruh perhatian besar pada gerakan koperasi karena koperasi paling dekat dengan masyarakat dan jelas strukturnya.
"Mari kita membentuk diri menjadi koperasi. Koperasi yang sudah ada, kalau ada masalah, mari ke dinas, ada solusi teknis yang mungkin bisa diberikan oleh dinas," kata Sylvia.

"Koperasi itu tentang kepercayaan. Kita menyimpan uang, dan beri kepercayaan bahwa uang itu akan selamat dan berputar. Nah, bagaimana orang bisa percaya ya harus ada sistem administrasi yang baik. Kami berharap, jangan sampai koperasi itu mati. Mari, ada rujukan teknis yang bisa didapat di dinas kabupaten/kota dan itulah tugas mereka. Mari galakkan koperasi," harapnya sambil mengajak masyarakat untuk menggunakan koperasi.

Mau ke Pulau Alor? Ayo Menginap di Pulo Alor Hotel Hanya Rp399 Ribu

Halaman
123
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved